Polisi: Di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi Paling Banyak Kasus Pencemaran Citarum

Kompas.com - 15/01/2019, 17:47 WIB
Aparat TNI saat menbersihkan sungai Citarum beberapa waktu lalu. Dokumentasi Humas Pemkab BandungAparat TNI saat menbersihkan sungai Citarum beberapa waktu lalu.

BANDUNG, KOMPAS com - Selama tahun 2018, Polda jabar sudah menaganani laporan pidana lingkungan hingga 58 laporan terkait pencemaran sungai Citarum. Namun dari puluhan laporan tersebut sembilan kasus berkas yang sudah lengkap dan diserahkan ke Kejasaan atau P21.

"Tahun 2018, kita sudah ajukan sembilan kasus sudah P21," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam paparannya di evaluasi satu tahun Citarum Harum, di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019).

Menurutnya, berdasarkan data yang didapatkan kepolisian, terdapat tiga wilayah yang paling banyak ditemukan pelanggaran terhadap sungai Citarum ini.

"Wilayah yang paling banyak ditemukan pelanggaran lingkungan hidup adalah Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi," katanya.

Baca juga: Ini Rencana Ridwan Kamil untuk Proyek Penataan Citarum pada 2019

Namun dalam penindakan yang dilakukan Polda jabar dalam hal ini Kapolda jabar sebagai Wadansatgas II, tidak bisa serta merta berdiri sendiri melainkan perlu adanya dukungan dari berbagai pihak.

"Kapolda sebagai Wadansatgas II dalam konteks penegakan hukum, perlu kami sampaikan Polda tidak berdiri sendiri, konteksnya criminal justice system yang dilakukan penyidik polda khusus tindak pidana lingkungan dalam penegakan lingkungan tidak bisa sendirian. Dibantu KLHK untuk melakukan langkah pemeriksaan penyidikan sampai pelimpahan ke jaksa dan pengadilan," katanya.

Namun dalam penindakan pidana lingkungan ini, kata Agung, ada kekhususan tidak seperti halnya dalam penanganan tindak pidana umum, karena polisi tidak serta merta melakukan penyelidikan sebab undang -undang pidana lingkungan ini terbilang khusus.

Baca juga: Ridwan Kamil: Posko Satgas dan Citarum Expo, agar Tak Ada Lagi yang Belanjakan Anggaran Tanpa Ngobrol

Karenanya, kepolisian bersinergi dengan penyidik KLHK untuk mengambil sample terlebih dulu yang disaksikan langsung oleh pemilik pabrik atau perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran Pidana lingkungan.

"Kemudian dalam urutannya, walaupun sudah terjadi pelanggaran itu di Undang-undang sudah diatur apabila pelanggar melakukan pelangggaran lingkungan itu diatur akan dilakukan sangsi administrasi dulu oleh KLKH," katanya. 

"Tentu beda kalau misal pencurian, cukup dengan pasal KUHAP maka bisa kita tentukan sikap apakah bisa dilakukan penangkapan atau Penahanan untuk dilakukan penyidikan, itu lah kekhususannya supaya penggiat dan masyarakat paham yang dilakukan kepolisian."



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Santri di Jombang Beberkan Kiatnya Sembuh dari Covid-19

Santri di Jombang Beberkan Kiatnya Sembuh dari Covid-19

Regional
Buron 10 Tahun, Terpidana Kasus Penipuan Ditangkap di Magelang

Buron 10 Tahun, Terpidana Kasus Penipuan Ditangkap di Magelang

Regional
47 Rumah Rusak akibat Angin Puting Beliung di Lombok Barat

47 Rumah Rusak akibat Angin Puting Beliung di Lombok Barat

Regional
Pemprov DIY Klaim Sudah Lewati Standar Testing Covid-19 WHO

Pemprov DIY Klaim Sudah Lewati Standar Testing Covid-19 WHO

Regional
Kronologi Bus dan Truk Tabrakan yang Mengakibatkan 2 Orang Tewas, 4 Luka Ringan

Kronologi Bus dan Truk Tabrakan yang Mengakibatkan 2 Orang Tewas, 4 Luka Ringan

Regional
Satu Ruang Paviliun RSUD dr Soedono Ditutup untuk Isolasi 16 Nakes Positif Covid-19

Satu Ruang Paviliun RSUD dr Soedono Ditutup untuk Isolasi 16 Nakes Positif Covid-19

Regional
Gelar Dangdut Saat Pandemi, Wakil Ketua DPRD Tegal Minta Maaf ke Jokowi

Gelar Dangdut Saat Pandemi, Wakil Ketua DPRD Tegal Minta Maaf ke Jokowi

Regional
Bayi Berusia 22 Bulan dan Ayahnya Positif Covid-19

Bayi Berusia 22 Bulan dan Ayahnya Positif Covid-19

Regional
Korupsi Dana Hibah, Mantan Ketua Organda Kota Serang Dijebloskan ke Penjara

Korupsi Dana Hibah, Mantan Ketua Organda Kota Serang Dijebloskan ke Penjara

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, Kantor BPKD Wonogiri Tetap Buka

Pegawainya Positif Covid-19, Kantor BPKD Wonogiri Tetap Buka

Regional
Manggarai Timur Jadi Zona Merah Covid-19

Manggarai Timur Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Dugaan Teror KKB Menjelang Pilkada, TNI-Polri Kesulitan Menindak Penyandang Dana

Dugaan Teror KKB Menjelang Pilkada, TNI-Polri Kesulitan Menindak Penyandang Dana

Regional
Janji Eri Cahyadi untuk Ojol, Kerja Sama Pengiriman Dokumen hingga Tour Guide Wisata Surabaya

Janji Eri Cahyadi untuk Ojol, Kerja Sama Pengiriman Dokumen hingga Tour Guide Wisata Surabaya

Regional
48 Santri dari 3 Ponpes di Sleman Positif Covid-19

48 Santri dari 3 Ponpes di Sleman Positif Covid-19

Regional
'Waktu Itu Saya Kencing di Bawah Pohon, Beberapa Hari Kemudian Tubuh Kaku Tidak Bisa Digerakkan Sampai Sekarang'

"Waktu Itu Saya Kencing di Bawah Pohon, Beberapa Hari Kemudian Tubuh Kaku Tidak Bisa Digerakkan Sampai Sekarang"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X