5 Fakta F-16 "Taklukan" Pesawat Ethiopian Airlines, Langgar Wilayah NKRI hingga Butuh 20 Menit

Kompas.com - 15/01/2019, 16:42 WIB
Pesawat F-16 dan Sukhoi melintas tepat di atas lokasi upacara serah terima jabatan Panglima TNI di Lapangan Upacara Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu, (9/12/2017).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Pesawat F-16 dan Sukhoi melintas tepat di atas lokasi upacara serah terima jabatan Panglima TNI di Lapangan Upacara Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu, (9/12/2017).

KOMPAS.com - Pesawat asing Ethiopian Airlines tak berkutik saat dua pesawat F-16 Fighting Falcon milik TNI AU memaksanya untuk mendarat di Bandara Hang Nadim, Kepulauan Riau, Senin (14/1/2019).

Danskadron 16 Lanud Rsn Pekanbaru Letkol Pnb Bambang Apriyanto mengatakan, pesawat asing tersebut dipaksa turun karena melintas di wilayah udara NKRI tanpa izin.

Setelah mendarat, TNI AU segera melakukan pemeriksaan dan memanggil pihak maskapai untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca fakta lengkapnya berikut ini: 

1. Melintas tanpa flight clearance

Pesawat Ethiopian Air melintas diwilayah udara NKRI sebelum dilakukan force down oleh dua pesawat F16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru (Dok.TNI AU Lanud RSN Pekanbaru)KOMPAS.com/ CITRA INDRIANI Pesawat Ethiopian Air melintas diwilayah udara NKRI sebelum dilakukan force down oleh dua pesawat F16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru (Dok.TNI AU Lanud RSN Pekanbaru)

Dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, Riau, berhasil memaksa (force down) pesawat asing Ethiopian Airlines mendarat di Bandara Hang Nadim.

"Pesawat yang kami force down ini jenis Boeing B777 yang dioperasikan oleh maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor registrasi ET-AVN," ungkap Bambang saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Menurut dia, pesawat asing tersebut melintas di wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi flight clearance ( FC).

Baca Juga: Dua Jet Tempur TNI AU Paksa Pesawat Ethiopian Airline Mendarat di Batam

2. Tak ada perlawanan, force down menyita waktu 20 menit

Ilustrasi Pilot Militer.goodwp.com Ilustrasi Pilot Militer.

Proses force down pesawat asing Ethipopian Airlines memakan waktu lebih kurang 20 menit.

Hal itu disebabkan karena ada sedikit kendala ruang udara Indonesia yang dikendalikan Singapura.

"Kendalanya karena posisi pesawat Ethiopia saat itu berada di ruang udara Batam yang masih dikendalikan Singapura. Tapi semuanya berjalan lancar," ucap Bambang.

"Juga tidak ada perlawanan. Mereka mematuhi instruksi dari pilot F-16," tambah Bambang.

Dia menjelaskan, pesawat Ethiopian Airlines berangkat dari Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, dengan tujuan Hong Kong.

Baca Juga: Pesawat Ethiopia Dipaksa Mendarat oleh Jet Tempur TNI AU, Ini Alasannya

3. Kronologi pesawat F-16 TNI AU melakukan force down

Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 yang melakukan penerbangan dari Addis Ababa menuju Hongkong, dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 09.33 WIB, Senin (14/1/2019) dikarenakan masuk wilayah Indonesia namun tidak memiliki izin.DOK TNI AU Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 yang melakukan penerbangan dari Addis Ababa menuju Hongkong, dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 09.33 WIB, Senin (14/1/2019) dikarenakan masuk wilayah Indonesia namun tidak memiliki izin.

Saat pilot pesawat Ethiopian Airlines tidak bisa menyebutkan izin atau FC kepada otoritas navigasi udara Indonesia (Air Nav), Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) segera memerintahkan dua pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Lanud Rsn Pekanbaru, untuk dan melakukan identifikasi visual serta penyergapan.

"Dua pilot kami, Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Nehemia Anang, yang melakukan force down," ujar Bambang.

Kedua pilot pesawat tempur tersebut melakukan kontak visual dengan B777 ET-AVN dan melakukan komunikasi pada frekuensi darurat serta memaksa pilot pesawat Ethiopian Airlines untuk mendaratkan pesawatnya di Bandara Hang Nadim.

Setelah berhasil melakukan force down pesawat Ethiopian Air, kedua pesawat tempur kembali ke Lanud Rsn Pekanbaru.

Baca Juga: TNI AU Kini Punya Satuan Khusus Pemeliharaan Rudal

4. TNI AU panggil pihak maskapai untuk diperiksa

Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 melakukan penerbangan dari Addis Ababa menuju Hongkong, dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 09.33 WIB, Senin (14/1/2019).KOMPAS.com/ HADI MAULANA Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 melakukan penerbangan dari Addis Ababa menuju Hongkong, dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 09.33 WIB, Senin (14/1/2019).

Setelah pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, TNI AU Hang Nadim memeriksa pilot dan kru pesawat.

Di hari kedua, TNI AU melakukan pemanggilan terhadap pihak masakapai Ethiopian Airline.

"Proses pemeriksaan masih berjalan, bahkan hari ini pihak masakapai Ethiopian Airline tiba di Batam untuk memberikan keterangan," kata Kepala Penerangan dan Pustaka (Kapentak) Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) Letnan Angger, Selasa (15/1/2019).

Kepada Kompas.com Angger mengatakan hasil pemeriksaan sementara, barang yang dibawa pesawat tersebut sama sekali tidak ada masalah.

"Saat ini kesalahannya murni dkarenakan maskapai ini melakukan penerbangan di wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi Flight Clearance (FC)," jelas Angger.

Baca Juga: Kronologi Pesawat Asing Dipaksa Turun TNI AU di Batam dalam 20 Menit

5. Pengakuan pilot dan hasil sementara pemeriksaan TNI AU

Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 yang melakukan penerbangan dari Addis Ababa menuju Hongkong, dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 09.33 WIB, Senin (14/1/2019) dikarenakan masuk wilayah Indonesia namun tidak memiliki izin.KOMPAS.com/ HADI MAULANA Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 yang melakukan penerbangan dari Addis Ababa menuju Hongkong, dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 09.33 WIB, Senin (14/1/2019) dikarenakan masuk wilayah Indonesia namun tidak memiliki izin.

Dari hasil pemeriksaan sementara, TNI AU menemukan salah satu barang di dalam pesawat berupa engine.

Namun, pilot yang diketahui berkewarganegaraan Kanada tersebut, mengaku, tidak mengetahui hal tersebut karena tugasnya hanya menerbangkan pesawat dari Addis Ababa menuju Hongkong.

"Makanya kami lakukan pemanggilan terhadap pihak maskapai, dengan tujuan pihak maskapai bisa menjelaskan semua ini," kata Letnan Angger.

Sementara itu Kepala BUBU Bandara Hang Nadim Suwarso mengatakan sampai saat ini pesawat masih berada di apron Hang Nadim. Selain itu, pesawat tersebut terpantau terbang rendah saat melintas Sumatera.

"Makanya begitu terdeteksi radar, dua unit pesawat tempur F16 Fighting Falcon TNI AU yang bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau langsung melakukan pengejaran," terang Suwarso.

Baca Juga: TNI AU Panggil Pihak Ethiopian Airlines yang Masuk Tanpa Izin ke Batam

Sumber: KOMPAS.com (Hadi Maulana, Citra Indriani)



Close Ads X