Gara-gara Pengelolaan TPA Sarimukti Buruk, Kota Bandung Gagal Dapat Adipura

Kompas.com - 15/01/2019, 16:24 WIB


BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah tiga tahun berturut-turut mendapatkan piala Adipura, di tahun 2018 Pemerintah Kota Bandung justru gagal mempertahankan gelar tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Bandung Salman Fauzi mengatakan, penyebab utama gagalnya Kota Bandung mendapat piala Adipura lantaran pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti mendapat penilaian buruk oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Seperti diketahui, pengelolaan TPA Sarimukti selama ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lewat Badan Pengelola Sampah Regional (BPSR) Jawa Barat. Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang membuang sampah ke TPS Sarimukti.

Baca juga: Mampu Mengelola Sampah, Trenggalek Kembali Raih Adipura

“Untuk penghargaan Adipura tahun 2018 Kota Bandung tidak mendapatkan itu. Informasi yang kami dapat dari Kementrian LHK, terkait dengan nilai dan dokumen-dokumen yang terkait dengan TPA Sarimukti, yang pengelolaannya oleh Pemprov Jabar. Nilainya dipandang kurang bagus atau rendah, itu yang jadi persoalannya,” kata Salman, saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (15/1/2019).

Salman mengklaim, dari 17 poin yang menjadi penilaian penghargaan Adipura, 16 di antaranya sudah dilakukan dengan baik oleh Pemkot Bandung.

“TPA itu menjadi satu dari 17 komponen. Karena TPA-nya kurang bagus, ternyata kemudian 16 komponennya jadi diabaikan. Sepanjang yang kami tahu, yang 16 poin itu nilainya bagus seperti kebersihan jalan, kemudian titik sekolah yang jadi titik pantau, kemudian perkantoran, pertokoan, dan beberapa lagi lainnya. Itu dipandang bagus atau cukup baik,” ujar Salman.

Salman mengaku, bingung dengan penilaian dari Kementrian LHK. Sebab, buruknya pengolaan TPA Sarimukti seharusnya tidak malah jadi berimbas kepada upaya keras Pemerintah Kota Bandung dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Jadi pertanyaannya, kenapa TPA-nya sama dulu bisa dapat Adipura, sekarang malah enggak dapat. Itu kan ranahnya ada di provinsi, tapi TPA-nya mah kan tetap saja sama,” ujar dia.

Salman berharap, ke depan keberadaan TPA tidak lagi menjadi penilaian dalam ajang penganugerahan Adipura.

Menurut dia, hal tersebut justru tidak mengapresiasi peran dan keterlibatan masyarakat Kota Bandung, khususnya dalam hal menjaga kebersihan.

Baca juga: Kota Surabaya Jadi Satu-satunya Peraih Adipura Kencana

“Janganlah satu komponen kemudian bisa menutup 16 komponen yang lain. Apalagi yang 16 komponen ini terkait peran serta komponen masyarakat. Kan selama ini ada keterlibatan sekolah, kemudian masyarakat bebersih di jalan, ikut bantu gerakan pungut sampah dan sebagainya. Kemdian sungai dan sebagainya juga ikut dibersihkan. Jadi, ada hal-hal yang di 16 komponen itu lebih kuat partisipasi masyarakat. Tapi, ini bisa dikalahkan oleh satu komponen yakni TPA,” tutur dia.

Dengan tidak diraihnya piala Adipura untuk penilaian di tahun 2018 lalu, Salman berharap warga Kota Bandung tidak jadi patah arang bahu membahu menjaga kebersihan.

“Kita anggap Adipura bukan tujuan sebenarnya. Kita sangat berharap bahwa masyarakat tidak jadi kendor. Kita tunjukan kita luar biasa terkait kebersihan kota,” ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X