BERITA POPULER NUSANTARA: TNI AU Paksa Pesawat Asing Mendarat hingga Nama Mendagri di Sidang Kasus Meikarta

Kompas.com - 15/01/2019, 05:42 WIB
Formasi pesawat F-16 TNI AU dan F/A-18 Hornet RAAF untuk melaksanakan pertempuran di udara 2 lawan 2.
Mayor Pnb Ali Unicorn Sudi Formasi pesawat F-16 TNI AU dan F/A-18 Hornet RAAF untuk melaksanakan pertempuran di udara 2 lawan 2.

KOMPAS.com — Dua Pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara Indonesia memaksa pesawat Ethiopian Airline mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (14/1/2019).

Alasannya, pesawat kargo jenis Boeing B777 tersebut tidak dilengkapi dengan flight clearence (FC) dengan rute Addis Ababa menuju Hong Kong.

Selain itu, berita tentang praktik prostitusi online yang melibatkan model foto di Kota Madiun, Jawa Timur, juga menjadi sorotan.

Polisi mengamankan tiga model dan satu pria hidung belang dalam penggerebekan di sebuah hotel pada hari Minggu (13/1/2019).

Berikut ini lima berita populer Nusantara selengkapnya:

 

1. Pesawat F-16 paksa pesawat Ethiopia mendarat di Batam

Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 yang melakukan penerbangan dari Addis Ababa menuju Hongkong, dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 09.33 WIB, Senin (14/1/2019) dikarenakan masuk wilayah Indonesia namun tidak memiliki izin.KOMPAS.com/ HADI MAULANA Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 yang melakukan penerbangan dari Addis Ababa menuju Hongkong, dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 09.33 WIB, Senin (14/1/2019) dikarenakan masuk wilayah Indonesia namun tidak memiliki izin.

Pesawat Ethiopian Airline callsign ETH3728 rute Addis Ababa ke Hong Kong melanggar dengan terbang di wilayah yuridiksi Indonesia tanpa flight clearence (FC).

Akibatnya, dua jet tempur F-16 milik TNI AU memaksa pesawat tersebut untuk mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/1/2019) pukul 09.33 WIB.

Kepala Penerangan dan Pustaka (Kapentak) Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) Letnan Angger mengatakan, TNI masih melakukan pemeriksaan terhadap kru pesawat tersebut.

Bagaimana prosesnya?

Baca selengkapnya: Dua Jet Tempur TNI AU Paksa Pesawat Ethiopian Airline Mendarat di Batam dan Pesawat Ethiopia Dipaksa Mendarat oleh Jet Tempur TNI AU, Ini Alasannya

 

2. Praktik prostitusi online tiga model foto terbongkar

Aparat Polres Madiun Kota menggeledah salah satu kamar di hotel Kartika Abadi di Jalan Pahlawan Kota Madiun setelah membongkar praktek prostitusi online yang melibatkan model foto dan anak dibawah umur, Minggu ( 13/1/2019) malamm. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Aparat Polres Madiun Kota menggeledah salah satu kamar di hotel Kartika Abadi di Jalan Pahlawan Kota Madiun setelah membongkar praktek prostitusi online yang melibatkan model foto dan anak dibawah umur, Minggu ( 13/1/2019) malamm. 

Polres Madiun Kota membongkar praktik prostitusi online yang melibatkan model foto di sebuah hotel di Kota Madiun, Minggu (13/1/2019).

Tiga model foto tersebut adalah VT, EL, dan AN. Ketiganya ditangkap bersama seorang pria hidung belang. Setelah itu, polisi menangkap satu pria lagi yang diduga kuat sebagai mucikari.

"Kami juga menangkap lelaki berinisial GL yang menjadi mucikarinya," kata Kanit Tipiter Satreskrim Polres Madiun Kota Ipda Christian Tangketasik kepada wartawan, Minggu malam.

Christian mengatakan, dari tiga wanita yang diamankan, satu di antaranya di bawah umur.

Baca selengkapnya: Polres Madiun Bongkar Prostitusi "Online" yang Libatkan Model Foto

 

3. Dari total Rp 80 juta, artis VA hanya dapat Rp 35 juta

ilustrasi uang dalam amplop.Thinkstock ilustrasi uang dalam amplop.

Artis peran VA disebut hanya menerima Rp 35 juta dari tarif prostitusi yang terlacak polisi sebesar Rp 80 juta. Sisanya adalah milik para mucikari yang bekerja dalam praktik prostitusi yang melibatkan artis VA.

Hal itu terungkap dari transfer dana ke rekening artis VA per 5 Januari 2019. Kuasa hukum mucikari ES, Franky Desima Waruwu, juga membenarkan, artis VA hanya menerima Rp 35 juta.

Baca selengkapnya: Dari Tarif Rp 80 Juta, Artis VA Disebut Hanya Dapat Rp 35 Juta

 

4. Berat badan Titi Wati bukan 300 kilogram, tetapi...

Titi Wati (37) alias Titin melakukan timbang berat badan di RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Senin (14/1/2019).Handout,Kurnia Tarigan Titi Wati (37) alias Titin melakukan timbang berat badan di RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Senin (14/1/2019).

Titi Wati (37), seorang penderita obesitas asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, akhirnya mengetahui berat badan sebenarnya.

Berat badannya adalah 220 kilogram dan bukan 300 kilogram. Angka ini diketahui setelah tim medis yang memantau kesehatannya melakukan penimbangan pada Senin (12/1/2019).

Titi pun bercerita, meski sadar tubuhnya terus menggemuk, dia tidak pernah lagi menimbang berat badannya hingga dibawa ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya. Angka 300-an kilogram hanya perkiraannya dan keluarga setelah waktu berlalu sekitar 7 tahun.

Berapa berat badan awalnya? Mengapa sebelumnya disebut 300 kilogram?

Baca selengkapnya: Titi Wati Si Penderita Obesitas Akhirnya Tahu Bobotnya Bukan 300 Kg

 

5. Nama Mendagri dan Sekda Jabar disebut dalam sidang Meikarta

Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018)DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018)

Nama Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa disebut oleh mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di dalam persidangan lanjutan kasus dugaan suap perizinan megaproyek Meikarta dengan terdakwa Billy Sindoro.

Persidangan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (14/1/2019).

Tak hanya nama Iwa, nama Mendagri Tjahjo Kumolo juga disebut-sebut oleh Neneng dalam sidang ini.

Mengapa nama Iwa dan Tjahjo disebut-sebut?

Baca selengkapnya: Jadi Saksi Kasus Meikarta, Mantan Bupati Bekasi Sebut Beri Uang kepada Sekda Jabar dan Nama Mendagri Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Suap Meikarta

 

 

 

Sumber: KOMPAS.com (Hadi Maulana, Achmad Faizal, Putra Prima Perdana, Kurnia Tarigan, Muhlis Al Alawi)



Close Ads X