AIMAN: Anak Hilang dan Organ Lenyap

Kompas.com - 15/01/2019, 05:39 WIB
Pembunuhan. ThinkstockPembunuhan.

Sungguh kejadian yang berada di luar perkiraan. Peristiwa yang melampaui akal sehat. Di tengah proses politik yang tengah bergulir, tak jauh dari Ibu Kota, terjadi peristiwa yang begitu menyeramkan namun nyaris tak terdengar beritanya karena tertutup gaduh pemilu yang tidak memiliki substansi kemanfaatan bagi rakyat banyak.

Letaknya tak sampai 100 kilometer dari Jakarta, meski harus dilalui dengan jalan yang tidak biasa, berkelok khas jalan di lereng bukit selatan Jawa Barat. Letaknya di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Jika di tarik garis lurus, maka letaknya kira-kira pertengahan antara Pelabuhan Ratu dengan Geopark Ciletuh. Di tempat inilah terjadi peristiwa yang sudah dinyatakan polisi sebagai peristiwa pembunuhan, saya tambahkan dengan kata sadis.

Betapa tidak, ada sayatan persis di sisi kiri tubuh anak yang memiliki nama Nujurmudin alias Godek, yang baru berusia 12 tahun. Ia baru tahun lalu putus sekolah. Bukan karena malas, tapi orangtuanya tidak lagi memiliki biaya. Padahal ia masih semangat, meski harus berjalan melintasi bukit dan hutan sekitar 3 kilometer menuju sekolahnya. Empat tahun sudah, sejak kelas 1 Sekolah Dasar ia lalui itu semua

Cermati Sayatan

Kembali ke soal sayatan. Dari hasil otopsi informasinya diterima oleh Program AIMAN-KompasTV, positif dinyatakan bahwa robek di sisi kiri tubuh sang anak adalah sayatan. Jadi jika disimpulkan akibat dimangsa binatang buas maka tidak sesuai dengan hasil otopsi forensik.

Fakta kedua adalah, sayatan ini menyebebkan hilangnya lengan kiri dan sejumlah organ. Apa saja yang hilang? 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saya akan menceritakan mulai dari sayatannya. Perhatikan arah sayatan! Sayatan bermula dari pangkal lengan kiri, persis di ketiak bagian kiri, terus berjalan ke bawah, dan berhenti di pinggang belakang, persis di tempat Ginjal berada. 

Tak hanya itu, kulit kepala bagian atas dan belakang juga lenyap (mohon maaf) bagian kepala nyaris hanya tersisa tulang tengkorak. Organ yang hilang mulai dari kedua mata, hingga perut bagian bawah, yakni hati hingga ginjal. Semuanya lenyap tak dapat ditemukan di sekitar tempat penemuan jenazah Nujurmudin yang hanya beberapa ratus meter dari rumahnya. 

Bagaimana ceritanya ia bisa hilang 36 jam dan ditemukan di tempat yang sangat dekat di rumahnya? 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X