Wali Kota Malang Kecewa Gagal Pertahankan Piala Adipura Kencana

Kompas.com - 14/01/2019, 20:00 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji dan Wali Kota Hebron Palestina Tayseer Abu Sneineh menantangani kerjasama sister city di Balai Kota Malang, Senin (7/1/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKWali Kota Malang Sutiaji dan Wali Kota Hebron Palestina Tayseer Abu Sneineh menantangani kerjasama sister city di Balai Kota Malang, Senin (7/1/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Wali Kota Malang Sutiaji kecewa jajarannya tidak mampu mempertahankan penghargaan Adipura Kencana. Padahal sejak tahun 2013, Kota Malang berturut - turut meraih Piala Adipura.

Puncaknya pada tahun 2017 saat Moch Anton, Wali Kota Malang saat itu mengarak Piala Adipura Kencana, penghargaan tertinggi untuk pemerintah daerah di bidang lingkungan hidup.

Pada anugerah Adipura Tahun 2018, prestasi Kota Malang di bidang lingkungan hidup turun drastis. Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI nomor SK.649/MenLHK/PSLB3/PLB.0/12/2018, Kota Malang hanya meraih plakat Adipura untuk saranan dan prasarana terbaik Adipura 2018 bersama empat kota lainnya di Indonesia.

"Instrumen - instrumen penilaian semakin meningkat. Tapi ini tidak masuk akal lah. Turunnya drastis. Dari juara 1 terus dia menjadi juara 4, kan lucu," katanya di Balai Kota Malang, Senin (14/1/2019).

Baca juga: Manado Masuk 10 Kota Terkotor Menurut KLHK, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota

Sutiaji mengatakan, banyak hal yang perlu dievaluasi. Sebab menurutnya, kota - kota lain terus berbenah dan Kota Malang tidak boleh tertinggal.

"Kami tidak menjustifikasi bahwa instrumen itu membuat kita turun. Artinya bahwa kerja kita terus dipacu karena kompetitor kita semakin kuat," katanya.

Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur Purnawan D Negara mengatakan, pemerintah daerah selama ini tidak serius menangani persoalan lingkungan hidup. Menurutnya, penghargaan Adipura hanya dijadikan ajang politis untuk meraih simpati rakyat ketika pemilihan berlangsung.

"Revitalisasi lingkungan hanya memoles dan menjadi kosmetika belaka," katanya.

Dikatakannya, banyak persoalan lingkungan yang penanganannya belum tepat. Menurutnya, pemerintah cenderung menangani persoalan lingkungan dengan memperindah taman tanpa memperhatikan aspek sosialnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Regional
Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Regional
Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Regional
Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Regional
Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Regional
Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Regional
Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Regional
Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X