Pakar Hukum: Polisi Juga Harus Ungkap Pemesan Prostitusi Online

Kompas.com - 14/01/2019, 19:01 WIB
ES, tersangka mucikari artis VA masih diperiksa intensif di Polda Jatim, Kamis (10/1/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL ES, tersangka mucikari artis VA masih diperiksa intensif di Polda Jatim, Kamis (10/1/2019)


SURABAYA, KOMPAS.com - Pakar Hukum Pidana Universitas Airlangga Surabaya, I Wayan Titib Sulaksana, menyayangkan penyidik Polda Jawa Timur yang menurutnya tidak pernah mengungkap dan menghadirkan pria yang bersama artis VA untuk diperiksa.

Pria yang menjadi user menurutnya harus dihadirkan untuk mengungkap kasus prostitusi secara utuh.

"Kalau tidak ada laki-lakinya atau pemesannya mana bisa terjadi prostitusi. Kalau sendirian berarti pemain solo dong," katanya dikonfirmasi, Senin (14/1/2019).

Hukum di Indonesia memang menjerat mucikari dalam kasus prostitusi, namun kata dia, bukan berarti pemesan harus ditutup-tutupi.

"Ungkap saja ke publik, baik itu pejabat atau pengusaha," jelasnya.

Baca juga: Polisi: Artis VA Difasilitasi 6 Mucikari

Wayan juga tidak sepakat dengan penyebutan saksi korban untuk model atau artis yang terlibat prostitusi online. Kata dia, mereka bukan korban dalam kasus prostitusi.

"Artis atau model yang terlibat terbukti menawarkan, mana bisa dijadikan korban," terangnya.

Seperti diberitakan, Polda Jawa Timur mengungkap praktik prostitusi online yang melibatkan artis peran VA dan model perempuan berinisial AS.

Dalam kasus ini, penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur telah menetapkan 2 tersangka mucikari masing-masing ES dan TN.

Polisi sekarang masih memburu 2 terduga mucikari lainnya yang berperan sama dengan ES dan TN.

Kedua tersangka mucikari dijerat pasal berlapis. Selain pasal 27 ayat 1 dan pasal 45 ayat 1 tentang UU nomor 19 tahun 2016 tentang transaksi elektronik, juga dijerat pasal 296 juncto pasal 506 KUHP.


Terkini Lainnya

Pasca-rusuh, Seluruh Ruangan dan Fasilitas Rutan Pasangkayu Hancur, Warga Binaan Diinventarisir Ulang

Pasca-rusuh, Seluruh Ruangan dan Fasilitas Rutan Pasangkayu Hancur, Warga Binaan Diinventarisir Ulang

Regional
Rocky Gerung: Saya Juga Korban, Kenapa Di-bully?

Rocky Gerung: Saya Juga Korban, Kenapa Di-bully?

Megapolitan
21 Penyidik Baru Dilantik, Kini KPK Punya Total 117 Penyidik

21 Penyidik Baru Dilantik, Kini KPK Punya Total 117 Penyidik

Nasional
Fakta Caleg PDIP Bakar Kotak Suara di Jambi, Sembunyi di Rumah Warga hingga Terancam Dipecat

Fakta Caleg PDIP Bakar Kotak Suara di Jambi, Sembunyi di Rumah Warga hingga Terancam Dipecat

Regional
KKP Tegaskan Pemanfaatan Potensi Pulau-pulau Kecil Belum Maksimal

KKP Tegaskan Pemanfaatan Potensi Pulau-pulau Kecil Belum Maksimal

Regional
Menanti Pertemuan Dua Kubu Pasca-Pilpres 2019...

Menanti Pertemuan Dua Kubu Pasca-Pilpres 2019...

Nasional
Ratna Sarumpaet: Tompi yang Sadarkan Saya untuk Berhenti Berbohong...

Ratna Sarumpaet: Tompi yang Sadarkan Saya untuk Berhenti Berbohong...

Megapolitan
Mencegah Polarisasi Politik Pasca-Pilpres 2019 Semakin Tajam

Mencegah Polarisasi Politik Pasca-Pilpres 2019 Semakin Tajam

Nasional
Sempat Ditunda, Tuntutan Kasus 'Vlog Idiot'  Ahmad Dhani Dibacakan Hari Ini

Sempat Ditunda, Tuntutan Kasus "Vlog Idiot" Ahmad Dhani Dibacakan Hari Ini

Regional
Harga Jengkol di Bekasi Tembus Rp 50.000

Harga Jengkol di Bekasi Tembus Rp 50.000

Megapolitan
KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Dipecah Dua, Ini Penjelasannya

KPU Rekomendasikan Pemilu Serentak Dipecah Dua, Ini Penjelasannya

Nasional
Petugas KPPS Meninggal Dunia di DIY Bertambah Jadi Lima Orang

Petugas KPPS Meninggal Dunia di DIY Bertambah Jadi Lima Orang

Regional
Ini 4 Komedian yang Sukses Melangkah dari Panggung Komedi ke Politik

Ini 4 Komedian yang Sukses Melangkah dari Panggung Komedi ke Politik

Internasional
Dalam Putusan, Hakim Ikut Pertimbangkan Jabatan Idrus Sebagai Menteri Sosial

Dalam Putusan, Hakim Ikut Pertimbangkan Jabatan Idrus Sebagai Menteri Sosial

Nasional
5 Fakta Tragedi Petugas KPPS di Pemilu 2019, Korban Meninggal 91 Orang hingga Demo Tagih Honor

5 Fakta Tragedi Petugas KPPS di Pemilu 2019, Korban Meninggal 91 Orang hingga Demo Tagih Honor

Regional

Close Ads X