Mahasiswi Yogyakarta Dikira TKI, Ditahan Petugas hingga Terlantar di Kupang

Kompas.com - 14/01/2019, 15:05 WIB
Ratusan pemuda yang menamakan diri Aliansi Peduli Kemanusiaan untuk Selvi menggelar aksi unjuk rasa di kantor Disnakertrans Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (14/1/2019). KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERERatusan pemuda yang menamakan diri Aliansi Peduli Kemanusiaan untuk Selvi menggelar aksi unjuk rasa di kantor Disnakertrans Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (14/1/2019).

KUPANG, KOMPAS.com - Selfina Etidena, mahasiswi Sekolah Tinggi Teologi (STT) Galilea Yogyakarta asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur ( NTT), mengalami kejadian kurang menyenangkan di Bandara El Tari Kupang, NTT. 

Pada 4 Januari 2019 lalu, Selfina ditahan oleh Satgas Anti Human Traficcking NTT di Kupang dan saat ini masih terkatung-katung nasibnya di Kupang. Padahal, dia harus segera kembali ke Yogyakarta untuk memulai proses perkuliahan. 

Ditemui sejumlah wartawan pada Senin (14/1/2019) Selfina menceritakan kisahnya. Menurut mahasiswi semester VII tersebut, ia merupakan penumpang transit dari Bandara Mali Alor yang hendak melanjutkan perjalanan ke Surabaya, kemudian ke Yogyakarta. 

Dia sendiri kembali ke Yogyakarta usai melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di Kabupaten Alor.

Baca juga: Sebanyak 105 TKI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Sepanjang 2018

Ketika sampai di Bandara El Tari Kupang dan hendak transit, ia ditanyai oleh petugas dari Satgas Anti Human Trafficking mengenai tujuan keberangkatan serta kartu identitasnya. 

Sayangnya, Selfina tidak membawa kartu mahasiswa karena kebiasaan di bandara tidak meminta kartu mahasiswa, tetapi hanya KTP dan tiket pesawat.

Sementara ijazah PKL sebagai barang bukti sudah dia masukkan ke dalam kopor bersama dan kopor tersebut sudah masuk di bagasi saat check in di counter Lion Air tujuan Kupang-Surabaya. 

Petugas kemudian memaksa Selfina untuk mengambil ijazah PKL-nya agar bisa meyakinkan petugas. 

"Bagaimana saya mau ambil, sementara barang bawaan saya ada di dalam bagasi pesawat,” kata Selfina.

Baca juga: Sebanyak 29 TKI Ilegal Berhasil Diselamatkan, 1 Masih di Bawah Umur

Merasa masih belum mendapatkan titik terang, petugas kemudian meminta Selfina menelepon rekan mahasiswanya agar bisa membuktikan identitasnya.

Selfina pun menyanggupi dan menelepon ketua senat mahasiswa agar berbicara dengan petugas Satgas. Namun petugas itu masih tidak percaya.

Dia lalu menyuruh Selfina menelpon ibunya yang ada di Alor untuk berbicara dengan petugas. Lagi-lagi petugas langsung menyatakan bahwa yang ditelepon Selfina bukan ibunya.

“Karena mereka interogasi saya sudah berlebihan, sehingga saya menangis. Saya merasa dipermalukan di depan banyak orang dan diperlakukan tidak seperti manusia,” katanya.

Baca juga: Alasan WNI Nekat Jadi TKI Ilegal di Malaysia: Ingin Gaji Tinggi hingga Minimnya Lapangan Kerja

Dalam kebingungannya, Selfina yang seharusnya segera berangkat justru mendapatkan kenyataan lebih mencengangkan karena keberangkatannya dibatalkan sepihak dan dia harus berurusan dengan Disnakertrans NTT. 

Selfina kemudian meminta keluarganya datang ke Kupang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dia juga mengaku meminta tolong ke teman-temannya di Yogyakarta untuk mengirim foto kartu mahasiswanya via WhatsApp, namun petugas tetap tidak percaya dan bersikeras meminta kartu mahasiswa yang asli. 

 

Selfina ditahan, kantor Disnakertrans NTT didemo

Petugas pengamanan Bandara El Tari Kupang, menggelar sweeping terhadap sejumlah kendaraan yang hendak masuk ke area bandara itu, Minggu (24/12/2017)KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Petugas pengamanan Bandara El Tari Kupang, menggelar sweeping terhadap sejumlah kendaraan yang hendak masuk ke area bandara itu, Minggu (24/12/2017)

Berita penahanan Selfina yang sudah menyebar membuat sejumlah warga Alor melakukan demonstrasi di depan kantor Disnakertrans NTT pada Senin (14/1/2019). 

Sekitar 100 pemuda yang menggelar aksi menamakan dirinya Aliansi Peduli Kemanusiaan untuk Selvi.

Mereka tidak terima pada perlakuan petugas Satgas yang dianggap mengedepankan rasisme ketika menahan Selfina.

Mereka mengutuk keras oknum satgas yang mencekal dan menginterogasi Selfina. "Apakah karena kami orang Alor kulit hitam dan rambut keriting sehingga dianggap bagian dari TKI?" kata Sokan Teibang, salah seorang orator dalam aksi itu. 

Baca juga: Gubernur NTT Ancam Patahkan Kaki Pelaku Perdagangan Manusia di NTT

Sokan mengatakan, apa yang dilakukan oknum satgas dan Disnakertrans NTT sebagai wujud ketakutan pada Gubernur NTT yang memerangi human trafficking. 

"Kalian ketakutan sehingga memperlakukan kami orang Alor secara tidak adil. Ingat kami orang Alor bukan bagian dari TKI yang ada dalam pikiran Nakertrans NTT. Buat kami, ada upaya untuk mencari muka kepada Gubernur NTT," lanjutnya.

 

Aliansi ini juga mendesak Disnaketrans NTT mengakui bahwa mereka telah salah cekal dan mengakui sudah berbuat semena-mena terhadap Selfina. 

“Kami mendesak Gubernur NTT mencopot Plt Kadis Nakertrans dan membebastugaskan oknum satgas yang terlibat pencekalan ini,” ucap Etus Saldena, koordinator aksi. 

Baca juga: Berkedok Panti Asuhan, Modus Baru Perdagangan Manusia di NTT

Aliansi ini juga menuntut Disnakertrans NTT untuk menghapus stigma buruk tentang orang Alor. Jika tidak mendapatkan tanggapan, aksi ini akan berlanjut ke DPRD NTT hingga ke Gubernur NTT. 

Bantahan Disnakertrans NTT

Ditemui secara terpisah, Plt Kadis Nakertrans NTT Sisilia Sona menegaskan apa yang dilakukan oleh satgas anti human trafficking di Bandara El Tari sudah sesuai prosedur dan ketetapan (protap) yang ada.

“Waktu itu, kami ragukan data dan dokumen dari Selfina, sehingga dicegah keberangkatannya,” kata Sisilia.

Sisilia menegaskan, pihaknya membantah adanya perlakuan kasar petugas ke Selfina. Misal, merobek tiket keberangkatan atau mengeluarkan kata-kata rasis. 

“Tidak ada robek tiket dan keluarkan kata-kata rasis,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik Kota Manado Setelah Banjir Surut

Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik Kota Manado Setelah Banjir Surut

Regional
Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Regional
Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

Regional
Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Regional
Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Regional
Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Regional
Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Regional
Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah' | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

[POPULER NUSANTARA] "Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah" | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

Regional
Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Regional
Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Regional
PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

Regional
Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X