Warga Gunungkidul Kembali Tangkap Ular Piton

Kompas.com - 13/01/2019, 21:21 WIB
Ular piton yang ditangkap warga Dusun Gembuk, Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul Yogyakarta Sabtu (12/1/2019) Dokumentasi Pemerintah Desa GetasUlar piton yang ditangkap warga Dusun Gembuk, Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul Yogyakarta Sabtu (12/1/2019)


YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Ular berukuran besar kembali muncul di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Setelah sebelumnya di wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, piton dengan panjang 5 meter ditangkap di Dusun Gembuk, Desa Getas, Kecamatan Playen, saat akan menyerang ternak warga, Sabtu (12/1/2019) dini hari.

Kepala Desa Getas, Kecamatan Playen Pamuji mengatakan, piton ditangkap warga saat mendekati pemukiman. Beberapa warga yang mengetahui keberadaan ular langsung melakukan penangkapan dan disimpan di salah satu rumah warga bernama Sukro di Dusun Gembuk.

"Beberapa hari sebelum penangkapan ular itu, ada warga yang mempergoki seekor ular besar akan memangsa ayam. Lalu diusir, beberapa hari kemudian ditangkap ular itu," katanya saat dihubungi Minggu (13/1/2019).

Baca juga: Pascaserangan Ular Piton, Warga Temukan Seekor Lagi

Menurut dia, ular berukuran besar sudah sering bermunculan di daerahnya. Namun demikian, tidak semua berhasil ditangkap.

"Ditangkap di sungai kecil, yang biasa dilalui ular. DIsana memang banyak ular berukuran besar," ucapnya.

"Ular hasil tangkapan biasanya diletakkan di kandang, jika ada yang berniat membeli ya diserahkan. Karena warga disini tidak bisa memelihara ular,"ujarnya.

Disinggung mengenai tidak dikembalikan ke alam liar, Pamuji mengatakan, saat ini kawasan perbukitan ataupun ladang sudah digunakan warga untuk bercocok tanam. Jika dikembalikan, dikhawatirkan akan bersinggungan langsung dengan manusia.

"Biasanya dijual, kalau dikembalikan takut nanti menyerang manusia," katanya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Suseno Budi Sulistyanto mengatakan, munculnya ular piton kemungkinan karena minimnya makanan di habitat aslinya. Sehingga,  beberapa diantaranya muncul ke sekitar pemukiman warga dengan mengincar ternak.

"Untuk mencegah pemangsaan ular pada ternak, yang bisa dilakukan masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan kandangnnya. Jika perlu ditambah penerangan,"ucapnya.

Pihaknya belum bisa mengambil langkah terkait kemunculan ular tersebut. Nantinya, diperlukan koordinasi lintas sektoral.

Kompas TV Piton ditangkap saat hendak memangsa hewan peliharaan salah seorang warga.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Regional
Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Regional
Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Regional
Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri

Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai "Calon Pengantin" Bom Bunuh Diri

Regional
Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Regional
Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Regional
Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Regional
Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Regional
Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Regional
Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Regional
Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Regional
Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Regional
4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

Regional
Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X