Rumah Camat Mapanget di Manado Dirampok, Keluarga Korban Disekap

Kompas.com - 13/01/2019, 14:05 WIB
Polisi melakukan penyelidikan dan memintai keterangan kepada para korban di Rumah Camat Mapanget Rein Heydemans di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Minggu (13/01/2019) pukul 13.06 WITA. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYPolisi melakukan penyelidikan dan memintai keterangan kepada para korban di Rumah Camat Mapanget Rein Heydemans di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Minggu (13/01/2019) pukul 13.06 WITA.

MANADO, KOMPAS.com - Rumah Camat Mapanget Rein Heydemans, di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, dirampok pada Sabtu (12/01/2019) pukul 02.00 WITA.

Camat bersama keluarganya juga disekap di dalam kamar. Selain itu, para perampok juga mengambil uang tunai, perhiasan dan motor korban. Selain merampok, para pelaku juga melakukan kekerasan.

"Karena mereka mengancam keluarga saya dengan parang dengan cara menodong, sehingga saya tidak bisa berbuat apa-apa," kata saksi korban saat diwawancarai Kompas.com di rumahnya, Minggu (13/01/2019) siang.

Rein menerangkan, kronologi kejadian pada pukul 02.00 WITA. "Saya masuk tidur pukul 01.00 WITA malam, mereka masuk ke kamar saya pukul 02.00 WITA. Diperkirakan mereka sudah masuk dalam rumah pukul 01.30 WITA," jelasnya.

Baca juga: Hingga Kamis Malam, Korban Meninggal Akibat DBD di Manado Jadi 5 Orang

Menurut Rein, para pelaku kelihatan hanya mencari uang karena barang-barang elektronik aman. "Ketika saya melihat kondisi keluarga saya sudah diancam semua, saya tidak melakukan perlawanan. Jika saya melakukan perlawanan berarti akan ada korban," sebut saksi.

"Nah, karena itu saya biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Yang mereka ambil ada motor, barang-barang mas istri saya, kemudian uang tunai," ujar saksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, para pelaku juga mengambil koper untuk menaruh barang-barang yang dicuri. Bahkan, saat para pelaku sudah di luar rumah, mereka juga mengambil sepatu anak korban.

Rein mengungkapkan, pelaku yang masuk ke dalam rumah ada empat orang. "Dan mereka menyekap kami di dalam kamar. Di rumah ada enam orang. Saya, istri saya, mama saya, ponakan saya dua, dan anak saya," kata dia.

Selain itu, Rein mengaku, mobil dinasnya juga diobrak-abrik para pelaku. Ban mobilnya digembosi oleh pelaku. 

Ia mengungkapkan, memang kondisi di kompleks rumahnya masih sedikit orang yang tinggal, yakni baru empat keluarga. Pascakejadian, dirinya langsung melaporkan hal itu ke polisi.

Buru empat pelaku

Terkait kasus ini, Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel telah turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Benny memintai keterangan semua keluarga. Pihaknya juga memeriksa isi rumah dan tempat para korban disekap.

"Berdasarkan hasil penyelidikan kita, pelaku kurang lebih empat orang. Mereka masuk dari jendela kemudian menodongkan senjata tajam kepada para korban, kemudian mereka mencari duit dan barang di rumah ini," kata Kapolresta saat diwawancarai wartawan, Minggu siang.

Ia menegaskan, pihaknya masih terus melakukan pendalaman kasus. "Seluruh unit kita, reserse, buser, semuanya dan unit Polda juga sudah kita libatkan untuk percepatan pengungkapan kasus ini," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X