Keluarga di Desa Menunggu, Jasad Pasutri Korban Lion Air Belum Ditemukan

Kompas.com - 13/01/2019, 10:56 WIB
Rumah Keluarga Gilang Perkasa, korban Lion Air JT 610 di Desa Simpang Katis, Bangka Tengah.KOMPAS.com/HERU DAHNUR Rumah Keluarga Gilang Perkasa, korban Lion Air JT 610 di Desa Simpang Katis, Bangka Tengah.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Berselang dua bulan sejak tragedi jatuhnya Lion Air JT 610, pasangan suami istri Gilang Perkasa Sanusi dan Witasamani belum diketahui jasadnya.

Pihak keluarga berharap upaya pencarian kembali dilakukan hingga seluruh korban bisa ditemukan.

"Dalam keluarga kami tiga orang menjadi korban. Pasangan suami istri Gilang dan Wita serta anaknya Kiara. Untuk Kiara sudah ditemukan dan dikebumikan," kata Adik Gilang, Gerian Dwiki Sakti Sanusi di rumahnya di Desa Simpang Katis, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (13/1/2019).

Dia menuturkan, belum ada informasi lanjutan terkait upaya pencarian lanjutan. Namun, sebelumnya sempat dikabarkan pihak maskapai bakal menyewa kapal Singapura untuk mencari korban maupun benda yang belum ditemukan di Laut Tanjung Karawang, Jawa Barat.


Baca juga: Melanjutkan Pencarian Black Box Lion Air JT 610 dengan KRI Spica...

"Orang tua kami sudah tidak ada lagi. Tinggal kami berempat bersaudara, salah satunya Gilang yang menjadi korban," ujar Gerian.

Kepergian Gilang menimbulkan duka mendalam. Sebagai anak sulung, Gilang yang bekerja sebagai pegawai PLN, menjadi tulang punggung keluarga.

Kepala Desa Simpang Katis, Syainur, membenarkan dua warganya menjadi korban Lion Air rute Jakarta - Pangkal Pinang itu.

"Beberapa kali sudah ada pertemuan. Tapi kelanjutannya kami belum tahu juga. Harapan kami korban ditemukan dan dibawa pulang," ucapnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Megapolitan
Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Megapolitan
BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

Nasional
Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Regional
Melawan Manifesto Kebencian

Melawan Manifesto Kebencian

Internasional
Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Regional
Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Internasional
Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional
Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Megapolitan
Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Regional
Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Megapolitan
Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Megapolitan

Close Ads X