Kreatif, Para Pelajar SMPN 2 Trenggalek "Sulap" Bekas Kemasan Jadi Baju dan Gaun - Kompas.com

Kreatif, Para Pelajar SMPN 2 Trenggalek "Sulap" Bekas Kemasan Jadi Baju dan Gaun

Kompas.com - 12/01/2019, 20:01 WIB
Siswa siswi SMPN 2 Trenggalek memperagakjan gaun berbahan aneka kemasan bekas makanan dan minuman, yang dilaksanakan di halaman sekolah, Sabtu (12/01/2019)Slamet Widodo Siswa siswi SMPN 2 Trenggalek memperagakjan gaun berbahan aneka kemasan bekas makanan dan minuman, yang dilaksanakan di halaman sekolah, Sabtu (12/01/2019)

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Puluhan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Trenggalek, Jawa Timur, memperagakan busana berbahan aneka sampah plastik kemasan, Sabtu (12/01/2019).

Baju dan gaun yang diperagakan ini adalah hasil kreasi para siswa. Peragaan busana ini digelar untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang puncaknya jatuh di Februari mendatang.

"Kegiatan seperti ini (peragaan busana barang bekas) sudah yang ke-6 kalinya. Tidak hanya ketika memperingati hari sampah, akan tetapi hari lingkungan hidup lainnya,” kata guru pembimbing SMPN 2 Trenggalek, Hari Pramono.

Secara bergantian, para siswa SMPN 2 Trenggalek ini memamerkan hasil karya mereka. Para pengunjung yang hadir mengapresiasi karya siswa yang dibuat dari limbah makanan, minuman, hingga barang bekas lainnya.


"Tidak hanya sekedar peragaan, akan tetapi juga kami nilai dan kami ambil pemenang. Hal ini untuk memacu semangat para siswa agar lebih kreatif,” ujar Hari Pramono.

Baju dan gaun ini dibuat dari berbagai bekas kemasan seperti karung bekas, bekas karung semen, hingga karung bekas tepung terigu, tanpa pewarna tambahan. Tujuannya, agar terlihat bahwa hasil karya yang dibuat berbahan barang bekas.

“Sengaja tidak diberi pewarna tambahan, agar para penonton serta masyarakat tahu bahwa yang dikenakan ini memang betul-betul dari sampah,” ujar Hari.

Aneka bekas kemasan ini dilipat dan dirangkai sedemikian rupa, sehingga menghasilkan sebuah gaun yang indah.

“Yang paling sulit adalah melipat plastik bekas kemasan. Karena dibutuhkan ketlatenan serta kejelian agar bentuk dan besarnya lipatan sama semua,” kata Selaria Anggraini (15) salah satu siswa SMPN 2 Trenggalek.

Setiap kelas diwajibkan membuat 2 kreasi, baik baju maupun gaun. Pengerjaannya memakan waktu sekitar 1 bulan. Semakin sulit atau rumit proses pembuatan gaun, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan.

“Lama tidaknya tergantung bentuk atau model baju, dan dikerjakan oleh siswa siswi satu kelas. Paling lama satu baju satu bulan, itupun tidak setiap hari dikerjakan,” kata Selaria.

Kegiatan peragaan busana dari bahan daur ulang ini digelar rutin setiap tahun, pada peringatan hari sampah maupun hari lingkungan hidup. Dari acara ini, diharapkan masyarakat berbagai kalangan peduli dan sadar akan penggunaan sampah. 


Terkini Lainnya


Close Ads X