Kasus Pijat Ilegal WNA di Palembang, Ini Imbauan Kemenkumham

Kompas.com - 12/01/2019, 19:38 WIB
Chris Leong (baju orange) WNA asal Malasia yang tertangkap membuka praktik pijat ilegal di Palembang, bersama 19 WNA lainnya, ketika berada di kantor KemenkumHAM Sumsel, Kamis (10/1/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Chris Leong (baju orange) WNA asal Malasia yang tertangkap membuka praktik pijat ilegal di Palembang, bersama 19 WNA lainnya, ketika berada di kantor KemenkumHAM Sumsel, Kamis (10/1/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM ( Kemenkumham) Sumatera Selatan mengimbau seluruh masyarakat yang merasa dirugikan terkait praktik pijat ilegal oleh 20 WNA untuk segera melapor kepada petugas.

Kepala Kantor Kanwil Kemenkumham Sumsel Sudirman D Hurry, ketika dikonfirmasi, mengatakan, sejauh ini mereka telah meminta keterangan dari pihak hotel yang menjadi tempat praktik pijat ilegal oleh Chirs Leong warga asal Malaysia bersama 19 rekannya tersebut.

Menurut Sudirman, berdasarkan keterangan pihak hotel, mereka menyewa ballroom hotel yang berada di kawasan R Soekamto Palembang.


"Pihak hotel sudah dipanggil untuk diminta keterangan dan sampai saat ini belum ada masyarakat yang mengadu walaupun kami sudah mengimbau melalui media. Apabila ada yg dikecewakan agar menghubungi Kanim Palembang," kata Sudirman, Sabtu (12/1/2019).

Baca juga: Kasus Pijat Ilegal WNA di Palembang, Kemenkum HAM Sumsel Cari Pasiennya

Sudirman mengatakan, 20 WNA tersebut masih ditahan di ruang Detensi Imigrasi Klas 1 Palembang untuk pendalaman pelimpahan berkas.

Para WNA itu terancam dikenakan sanksi deportasi hingga pidana, lantaran penyalahgunaan visa kunjungan serta membuka praktik pijat ilegal tanpa izin Dinas Kesehatan.

Diberitakan sebelumnya, Chris Leong membuka praktik pijat secara ilegal di ballroom salah satu hotel kawasan R Soekamto Palembang bersama 19 orang rekan yang lainnya.

Kegiatan mereka tersebut tercium oleh petugas Imigrasi hingga akhirnya langsung diamankan.

Dari pemeriksaan, petugas mendapati bahwa mereka masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan. Kenyataannya, para WNA itu melakukan kegiatan pengobatan berupa pijat tradisional tanpa izin.

Baca juga: Pengakuan WNA Terapis Pijat di Palembang: Artis hingga Polisi Pernah Jadi Pasien

Hasil penelusuran Kompas.com, video terapi pengobatan Chris Leong banyak tersebar di Youtube. Para pasien terlihat datang dari berbagai kalangan seperti anak kecil hingga orang dewasa.

Chris pun mengaku, hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyembuhkan satu orang pasien hingga ia bisa menangani puluhan bahkan ratusan pasien dalam satu hari.

Satu pasien yang datang untuk dipijat Chris dikenakan tarif Rp 4,5 juta. Dalam sehari, para WNA ini mengaku bisa mendapatkan penghasilan Rp 1 Miliar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Regional
Begal Masuk Kampus Unand, 'Kalau Kau Teriak, Mati Kau'

Begal Masuk Kampus Unand, "Kalau Kau Teriak, Mati Kau"

Regional
PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

Regional
Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Regional
Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Regional
Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Regional
Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Regional
PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

Regional
6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Regional
Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Regional
Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Regional
Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Regional
Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Regional
Close Ads X