Dua Bangkai Dugong Mengapung di Tepi Pantai di Dumai

Kompas.com - 12/01/2019, 17:50 WIB
Bangkai Dugong yang direm mengapung di tepi Pantai Pulai Bungkuk Indah Kota Dumai, Riau, Kamis (10/1/2019).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Bangkai Dugong yang direm mengapung di tepi Pantai Pulai Bungkuk Indah Kota Dumai, Riau, Kamis (10/1/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dalam sepekan, warga Kota Dumai, Riau, menemukan dua bangkai ikan duyung atau dugong di tepi pantai. Keduanya ditemukan di lokasi objek wisata.

Putra, salah satu warga Kota Dumai saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (12/1/2019), membenarkan kejadian tersebut.

" Bangkai Dugong pertama ditemukan warga di tepi Pantai Puak pada Rabu (9/1/2019). Keesokan harinya, Kamis, ditemukan satu lagi di Pantai Pulai Bungkuk Indah. Yang ini saya melihat langsung di lokasi, kedua bangkai mengapung di air tepi pantai," sebut Putra.


Baca juga: 5 Kuintal Bangkai Ikan Sapu-sapu di Kediri Akhirnya Dikubur

Dia mengatakan, pantai ini merupakan kawasan objek wisata di Kota Dumai, dan kedua pantai masih satu hamparan.

Penemuan bangkai dugong pun menarik perhatian warga. Sebab, dugong cukup sulit ditemukan dan sudah langka.

Putra mengatakan, bangkai mamalia langka ini ditemukan sudah membusuk. Namun, tidak ada ditemukan bekas luka di tubuh satwa dilindungi tersebut.

"Tidak ada nampak bekas luka. Biasanya kalau mati karena jaring atau tertabrak kapal, badannya akan luka-luka. Mungkin saja karena sebab lain matinya," kata Putra.

"Bisa jadi karena limbah, karena kondisi air kehitaman gitu," tambahnya.

Baca juga: Peneliti UGM Tak Temukan Plastik di Bangkai Penyu, hanya Kulit Ikan Buntal

Putra mengaku pada awal melihat bangkai Dugong itu, ia sempat menduga bangkai tersebut adalah kayu.

"Awalnya saya sangka kayu. Karena badannya sudah menghitam gitu. Setelah kita dekati, rupanya Dugong mati. Jadi kita bawa ke pinggir pantai yang kemudian menjadi tontonan warga," ujarnya.

Putra menambahkan, kedua bangkai dugong yang ditemukan tersebut sudah dikuburkan oleh warga setempat.

"Dikuburkan. Sebab sudah bau," ujarnya.

Untuk diketahui, ikan dengan nama latin Dugong dugon ini, adalah satwa yang dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya.

Secara terpisah, Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Dian Indriati saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan.

"Sejauh ini belum ada laporan. Setau saya belum ada lagi. Kami juga sedang mencari informasinya. Coba konfirmasi ke Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, yang menangani wilayah itu," ujar Dian saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Memang Jalur Migrasinya, Temuan Bangkai Paus di Wakatobi Tidak Aneh

Meski demikian, dia mengatakan bahwa sebelumnya BBKSDA Riau sudah pernah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait keberadaan Dugong di laut Dumai tersebut.

Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro saat dikonfirmasi Kompas.com, juga mengaku belum mendapat laporan.

"Kami masih perintahkan petugas lapangan untuk melakukan pengecekan," kata Heru.


Terkini Lainnya

Fakta Kasus Kerabat Jauh Prabowo Subianto yang Jadi Tersangka 'Skimming' Mesin ATM

Fakta Kasus Kerabat Jauh Prabowo Subianto yang Jadi Tersangka "Skimming" Mesin ATM

Megapolitan
Benarkah China dan Rusia Berada di Balik Upaya Peretasan Data KPU?

Benarkah China dan Rusia Berada di Balik Upaya Peretasan Data KPU?

Nasional
[POPULER NUSANTARA] 74 Warga Hilang Akibat Banjir di Jayapura | Kisah Rendra Raih Gelar Doktor di Usia 24

[POPULER NUSANTARA] 74 Warga Hilang Akibat Banjir di Jayapura | Kisah Rendra Raih Gelar Doktor di Usia 24

Regional
Pria Ini Kembalikan Buku yang Dipinjamnya 53 Tahun Lalu

Pria Ini Kembalikan Buku yang Dipinjamnya 53 Tahun Lalu

Internasional
Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Minta Anggaran Rp 300 Juta-Rp 1 Miliar per Tahun

Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Minta Anggaran Rp 300 Juta-Rp 1 Miliar per Tahun

Nasional
Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Megapolitan
Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Megapolitan
BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

Nasional
Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Regional
Melawan Manifesto Kebencian

Melawan Manifesto Kebencian

Internasional
Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Regional
Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Internasional
Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional

Close Ads X