Kondisi Sekolah di Luwu, Tiang dan Dinding Dimakan Rayap hingga Genteng Bocor - Kompas.com

Kondisi Sekolah di Luwu, Tiang dan Dinding Dimakan Rayap hingga Genteng Bocor

Kompas.com - 12/01/2019, 14:54 WIB
Murid sekolah dasar putri tunggal di Dusun Baru To Kaluku, Desa Buntu Kamiri,  Kecamatan Ponrang,  Kabupaten Luwu  Sulawesi Selatan, masih belajar dalam keterbatasan, papan tulis di sekolah ini nampak bolong-bolong, Sabtu (12/01/2019)KOMPAS.com/AMRAN AMIR Murid sekolah dasar putri tunggal di Dusun Baru To Kaluku, Desa Buntu Kamiri, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, masih belajar dalam keterbatasan, papan tulis di sekolah ini nampak bolong-bolong, Sabtu (12/01/2019)

LUWU, KOMPAS.com - Kondisi Sekolah Dasar Islam Putri Tunggal 01di Dusun Baru To Kaluku, Desa Buntu Kamiri, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan jauh dari kata layak.

Gedung sekolah ini beratapkan seng yang terlihat berkarat. Dinding sekolah yang terbuat dari papan kayu pun tampak tua dan dimakan rayap.  

Sementara itu, jendela di dinding papan tersebut dipasangi kawat besi sebagai pengaman yang juga terlihat berkarat.

Suasana belajar di sekolah ini pun tak nyaman. Pada siang hari, saat matahari meninggi, hawa panas terasa di ruang kelas sehingga membuat siswa kegerahan.


Apalagi, ruang kelas tidak dilengkapi plafon sehingga hawa panas dari atap seng langsung masuk ke dalam ruangan. 

Baca juga: Mendikbud: 2.736 Gedung Sekolah Rusak Akibat Gempa Palu

Sejumlah siswa tampak mengipas-ngipas diri dengan buku tulis saat belajar. Belum lagi kondisi papan tulis yang bolong-bolong.

Seorang murid di sekolah itu, Saedil, berharap ada bantuan pemerintah untuk memperbaiki sekolahnya.

“Rasanya tidak nyaman untuk belajar karena panas, membuat gerah, jadi kami harus kipas-kipas badan sambil menerima pelajaran dari ibu guru,” kata Saedil yang duduk di kelas VI itu, Sabtu (12/1/2019).

Tak hanya itu, atap sekolah itu pun bocor di sejumlah sudut. Menurut Saedil, saat hujan, air bisa masuk ke dalam ruangan karena atap yang bocor.

Lebih parah lagi, tiang bangunan sekolah itu tampak dimakan rayap. Bangunan sekolah pun terancam roboh.

“Kami hanya mengganti satu-satu sesuai kemampuan dana yang ada untuk mengganti, seperti baru-baru ini kami mengganti dinding menggunakan tripleks, dan untuk kayu tiang ini akan kami ganti nantinya,” ujar dia.

Baca juga: Gedung Sekolah di Tamansari Terbakar, Para Murid Belajar di Mushala

Di sekolah itu, ada 80 murid dari kelas I sampai dengan kelas VI. Sekolah ini dibangun sejak 2011.

Dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diterima telah digunakan untuk perawatan gedung tetapi tidak mencukupi.

Para siswa dan guru di sekolah itu berharap pemerintah segera memperbaiki sekolah mereka agar proses belajar mengajar menjadi nyaman dan berkualitas.



Close Ads X