Puting Beliung Porak-porandakan 3 Desa dan 1 Kelurahan di Kabupaten Bandung

Kompas.com - 12/01/2019, 07:24 WIB
Tampak sebuah rumah rusak berat dengan tembok yang rubuh dan atap yang bolong setelah tersapu angin puting beliung di Kabupaten Bandung, Jumat (11/1/2019) sore tadi. Foto Humas Polda Jabar Tampak sebuah rumah rusak berat dengan tembok yang rubuh dan atap yang bolong setelah tersapu angin puting beliung di Kabupaten Bandung, Jumat (11/1/2019) sore tadi.

BANDUNG, KOMPAS.com - Angin puting beliung memporak-porandakan tiga desa dan satu kelurahan di Kabupaten Bandung pada Jumat (11/1/2019) sore.

Setelah data sementara sebelumnya menunjukkan sekitar 150 rumah rusak dan belasan orang terluka di tiga desa, jumlah korban dan kerusakan terus bertambah.

"Data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Kabupaten Bandung dampak puting beliung tercatat 1 orang luka berat, 15 orang luka ringan, 15 rumah rusak berat, 71 rumah rusak ringan dan lebih dari 300 rumah rusak yang belum dikelompokkan tingkat kerusakannya. Diperkirakan jumlah kerusakan rumah dan bangunan bertambah karena pendataan masih berlangsung," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Jumat.

Baca juga: Ratusan Rumah Warga di Kabupaten Bandung Tersapu Angin Puting Beliung

Bencana puting beliung melanda Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sekitar pukul 15.15 WIB. Puting beliung menyebabkan rumah penduduk rusak dan pohon tumbang.

"Daerah yang mengalami kerusakan antara lain Perum Rancaekek Kencana Blok 16 RT 16/RW 08 Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, dan beberapa perumahan lain. Atap rumah banyak yang diterbangkan oleh puting beliung," ujarnya.

Menurut dia, BPBD Kabupaten Bandung sampai saat ini masih melakukan pendataan. Pemasangan tenda pengungsi oleh TNI dan Brimob Polda Jabar didirikan untuk menampung sebagian masyarakat yang mengungsi. Tagana, BPBD dan relawan membantu pengungsi. Kondisi listrik masih padam.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsi sementara, terpal, alat penerangan, bahan makanan dan air bersih," tuturnya.

Bencana angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (11/1/2019) sore, merusak puluhan rumah di Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong. Tribun Jabar/Hakim Baihaqi Bencana angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (11/1/2019) sore, merusak puluhan rumah di Perumahan Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong.
Berdasarkan data sementara yang didapatkan Polda Jabar, data korban dan rumah rusak berada di Desa Bojong Loa, Desa Jelegong, Desa Rancaekek Wetan, dan Kelurahan Kencana.

Kabid Humas Polda Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, polisi telah turun melakukan pendataan kerusakan dan korban serta membantu warga membersihkan puing serta melakukan penjagaan.

"Melaksanakan siaga 1 di lokasi kejadian guna meminalisasi terjadinya pencurian dengan berkoordinasi dengan dibantu oleh instansi terkait," kata Truno.

Warga terdampak musibah puting beliung di tampung di masjid dan tenda yang telah disediakan oleh Muspika Kecamatan Rancaekek dan intansi terkait.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Ditentukan, 6 Warga Diminta Antar Suplai Bahan Makanan untuk KKB ke Sebuah Jembatan

Lokasi Ditentukan, 6 Warga Diminta Antar Suplai Bahan Makanan untuk KKB ke Sebuah Jembatan

Regional
Pulang dari Nunukan Naik KM Lambelu, Warga Buton Pilih Isolasi Diri di Kebun

Pulang dari Nunukan Naik KM Lambelu, Warga Buton Pilih Isolasi Diri di Kebun

Regional
Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Saat Sedang Hamil 8 Bulan

Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Saat Sedang Hamil 8 Bulan

Regional
Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Regional
Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Regional
Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Regional
Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Regional
Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Regional
Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Regional
Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Regional
Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Regional
Pasien 03 Positif Corona asal Kediri, Bekerja di Jakarta dan 2 Minggu Sekali Pulang Kampung

Pasien 03 Positif Corona asal Kediri, Bekerja di Jakarta dan 2 Minggu Sekali Pulang Kampung

Regional
Pengalaman Pasien Positif Corona yang Sembuh, Kaget Hasil Tes Berbeda dan Tak Merasakan Gejala

Pengalaman Pasien Positif Corona yang Sembuh, Kaget Hasil Tes Berbeda dan Tak Merasakan Gejala

Regional
Panik di Atas KM Lambelu...

Panik di Atas KM Lambelu...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X