Setelah Kericuhan Antar-warga Binaan, Aktivitas Rutan Kelas I Surakarta Kembali Normal

Kompas.com - 11/01/2019, 20:27 WIB
Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Muhammad Ulin Nuha.KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Muhammad Ulin Nuha.


SOLO, KOMPAS.com - Aktivitas Rutan Kelas I Surakarta, Jawa Tengah, kembali normal pascainsiden kericuhan antar-sesama warga binaan, Jumat (11/1/2019).

Para warga binaan telah melakukan aktivitas seperti biasa, seperti olahraga dan yang beragama Islam membaca Al-Quran di masjid.

"Tadi pagi warga binaan sudah olahraga dilanjutkan dengan kegiatan khataman Al-Quran yang diselenggarakan serentak di rutan dan lapas seluruh Indonesia," kata Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Muhammad Ulin Nuha di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Baca juga: Kronologi Kericuhan di Rutan Surakarta


Ulin mengaku, warga binaan antusias mengikuti kegiatan khataman Al-Quran dan berlangsung khidmat. Sementara, untuk kegiatan kunjungan diliburkan sehari.

"Insya Allah besok kita buka lagi seperti biasa," ujar dia.

Ulin menuturkan, pascainsiden kericuhan Kamis (10/1/2019) kemarin tidak membuat warga binaan lain terganggu.

Hal itu didukung dengan program-program yang diberikan rutan kepada warga binaan.

Waka Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai menambahkan, pihaknya terus menggiatkan kegiatan patroli guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pascainsiden kericuhan tersebut.

Baca juga: Fakta di Balik Kericuhan Rutan Surakarta, Dipicu Salah Paham hingga Evakuasi 12 Narapidana

"Baik secara stasioner maupun mobile. Kita lakukan patroli sambang rutan dan koordinasi dengan rutan," kata Andy.

Meski suasana di rutan sudah kondusif, lanjut Andy, Polresta Surakarta sampai saat ini masih melakukan pengamanan terhadap rutan. Pengamanan tersebut sebagai antisipasi agar kericuhan tidak kembali terulang.


Terkini Lainnya

Fakta Kasus Kerabat Jauh Prabowo Subianto yang Jadi Tersangka 'Skimming' Mesin ATM

Fakta Kasus Kerabat Jauh Prabowo Subianto yang Jadi Tersangka "Skimming" Mesin ATM

Megapolitan
Benarkah China dan Rusia Berada di Balik Upaya Peretasan Data KPU?

Benarkah China dan Rusia Berada di Balik Upaya Peretasan Data KPU?

Nasional
[POPULER NUSANTARA] 74 Warga Hilang Akibat Banjir di Jayapura | Kisah Rendra Raih Gelar Doktor di Usia 24

[POPULER NUSANTARA] 74 Warga Hilang Akibat Banjir di Jayapura | Kisah Rendra Raih Gelar Doktor di Usia 24

Regional
Pria Ini Kembalikan Buku yang Dipinjamnya 53 Tahun Lalu

Pria Ini Kembalikan Buku yang Dipinjamnya 53 Tahun Lalu

Internasional
Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Minta Anggaran Rp 300 Juta-Rp 1 Miliar per Tahun

Jaga Kerukunan Umat Beragama, FKUB Minta Anggaran Rp 300 Juta-Rp 1 Miliar per Tahun

Nasional
Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Pembajakan Truk Tangki Pertamina oleh Sopir Korban PHK yang Berujung Pidana..

Megapolitan
Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Keberatan Pengacara Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi atas Dakwaan Jaksa

Megapolitan
BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

Nasional
Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Tim DVI Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Regional
Melawan Manifesto Kebencian

Melawan Manifesto Kebencian

Internasional
Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Sepakat Berdamai, Siswa SMA Peluk Kepala Sekolah yang Dianiayanya

Regional
Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Presiden Mozambik Sebut Korban Tewas Topan Idai Bisa Capai 1.000 Orang

Internasional
Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional

Close Ads X