5 Fakta di Balik Serangan Ular Piton di Gunungkidul, Korban Masih Trauma hingga Warga Sisir Sarang Ular

Kompas.com - 11/01/2019, 18:23 WIB
Ular piton yang menyerang Ibu dan anak di Padukuhan Trengguno Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (10/1/2019).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Ular piton yang menyerang Ibu dan anak di Padukuhan Trengguno Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (10/1/2019).

KOMPAS.com - Sarjiyem (51) dan putranya Tri Duwianto (19) lolos dari serangan ular piton sepanjang 3 meter pada hari Kamis (10/1/2019) dini hari.

Sarjiyem dan Tri saat itu hendak mengecek suara gaduh yang berasal dari kandang di belakang rumah mereka. Tak disangka seekor ular piton menyerang bagian leher Tri hingga terluka.

Sang ibu segera menolong untuk melepaskan gigitan sekaligus liltan ular piton tersebut dari tubuh anaknya. Keduanya akhirnya lolos setelah dibantu para tetangga yang datang.

Berikut ini fakta di balik serangan ular di Desa Sidorejo, Gunung Kidul, DIY:

1. Diserang ular piton di kandang ayam

IlustrasiThinkstock/GlobalP Ilustrasi

Sarjiyem (51) terjaga dari tidurnya setelah mendengar suara gaduh dari kandang ayam miliknya.

Dirinya lalu membangunkan putranya, Tri Duwianto, untuk melihat apa yang menganggu ayam-ayam mereka. Lokasi kandang tak terlalu jauh, hanya beberapa meter.

"Tadi jam 3 saya mendengar suara ayam berkokok. Karena bunyi itu saya membangunkan anak saya dan keluar menengok," kata Sarjiyem, Kamis (10/1/2019). 

Dengan hanya membawa senter, Sarjiyem dan Tri pergi ke kandang ayam. Saat Tri menunduk untuk melihat kondisi ayam, tiba-tiba seekor ular piton menyerang dan menggigit lehernya. Tak hanya itu, ular melilit tubuh Tri. 

Baca Juga: Detik-detik Ibu Selamatkan Sang Anak yang Lehernya Dililit Ular Piton

2. Perjuangan Sarjiyem dan Tri melawan serangan ular

Ilustrasi ular piton.Getty/BBC Ilustrasi ular piton.

Tri hanya bisa berteriak dan mencoba melepaskan diri dari lilitan ular sepanjang 3 meter itu. Sarjiyem pun panik dan berteriak meminta tolong saat leher anaknya bersimbah darah karena gigiatan ular.

Sarjiyem segera menarik kepala ular yang menggigit leher putranya. Tangan Sarjiyem pun terluka. Tubuhnya sempat terjatuh saat ekor ular membelit kakinya.

"Terus saya tarik kepalanya (ular) dari leher anak saya, dan bisa lepas. Tapi kaki saya gantian digubet ular itu dan jari saya digigit. Oleh karena itu, saya sama anak saya jatuh," ucapnya.

"Setelah itu saya teriak-teriak minta tolong sambil nangis karena anak saya banyak mengeluarkan darah," imbuhnya.

Baca Juga: Setelah Ada Serangan, Warga Gunungkidul Buru Ular Lainnya

3. Tri masih trauma usai diserang ular piton

Ilustrasi trauma dan kesedihanlolostock Ilustrasi trauma dan kesedihan

Para tetangga segera datang usai mendengar teriakan minta tolong Sarjiyem. Melihat kondisi luka Sarjiyem dan Tri, warga segera membawa mereka ke Rumah Sakit Panti Rahayu.

Usai mendapat perawatan, keduanya diperbolehkan pulang. Saat ditemui Kompas.com, Tri masih tampak trauma dan hanya berbaring di kamarnya. Tri enggan menceritakan pengalamannya saat itu.

Luka bekas gigitan ular di lehernya masih tertempel perban. 

Baca Juga: Segera Lapor jika Temukan Sarang Tawon Vespa yang Sengatannya Mematikan

4. Serangan ular yang pertama kali terjadi di Desa Sidorejo

Ular Piton Masuk Di Atap Rumah Wargadusun Nggondel Wetan, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta, pada Jumat (7/12/2018) malam (Dokumentasi Desa Krambilsawit)Kompas.com/Markus Yuwono Ular Piton Masuk Di Atap Rumah Wargadusun Nggondel Wetan, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta, pada Jumat (7/12/2018) malam (Dokumentasi Desa Krambilsawit)

Menurut salah satu anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ponjong, Brigadir Sugeng Widodo, munculnya ular berukuran besar sudah 4 kali dalam 2 bulan terakhir. Namun, ular baru pertama kali menyerang warga.

Serangan ular berukuran kurang lebih 3 meter ini menyasar Tri Duwianto (19) dan Sarjiyem (51).

" Ular yang muncul sudah 4 kali dalam 2 bulan terakhir, tapi yang sampai menyerang warga baru sekali ini terjadi," kata Sugeng, Kamis (10/1/2019).

Kemunculan ular ini karena belakang rumah warga berhimpitan langsung dengan perbukitan yang diduga menjadi habitat ular.

Baca Juga: Ratusan Sarang Tawon Vespa Dimusnahkan setelah 7 Orang Tewas Disengat

5. Warga menyisir sarang ular di daerah perbukitan

Ular piton masuk ke rumah milik Lasa (60) di dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Senin (3/9/2018) malamKompas.com/Markus Yuwono Ular piton masuk ke rumah milik Lasa (60) di dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Senin (3/9/2018) malam

Usai serangan ular terhadap Sarjiyem dan putranya, warga segera menyisir sejumlah wilayah, khususnya di daerah perbukitan di sekitar desa mereka.

Menurut beberapa warga, daerah tersebut menjadi sarang ular. Warga membabat ilalang dan mencoba menengok gua kecil di perbukitan tersebut. Namun, warga tidak menemukan nya.

Sementara itu, ular dengan panjang 3 meter berhasil ditangkap warga. Ular tersebut kemudian dikandangkan.

"Kemungkinan masih ada satu ekor lagi, kami hari ini melakukan pencarian," kata salah seorang warga Dusun Trengguno Kidul, Kasidi.

Baca Juga: Ikan Mola Sepanjang 2,5 Meter Terdampar di Pantai, Jadi Tontonan Warga

Sumber: KOMPAS.com (Markus Yuwono)

 


Terkini Lainnya

Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Selama 3 Tahun, 6 Harimau di Bengkulu Mati Jadi Korban Perburuan

Regional
JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

JPU Putar Rekaman CCTV Milik RS Bina Estetika di Sidang Ratna Sarumpaet

Megapolitan
6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

6 Fakta Kampanye Prabowo di Merauke, dari Pesan Orangtua hingga Beri Baju Safari

Nasional
Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

Inalum Ajak Petani Sumatera Utara Budidayakan Buah Naga

BrandzView
Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan 'Seat Belt'

Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan "Seat Belt"

Regional
BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

Regional
CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

Regional
Lagi, Murid 'Bullying' Gurunya Sendiri di Jakarta

Lagi, Murid "Bullying" Gurunya Sendiri di Jakarta

Megapolitan
Pihak Ratna Sarumpaet Keberatan JPU Hadirkan Saksi Penyidik dari Polda Metro

Pihak Ratna Sarumpaet Keberatan JPU Hadirkan Saksi Penyidik dari Polda Metro

Megapolitan
Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Nasional
Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Regional
Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Internasional
Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Nasional
Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan 'KandidatFest'!

Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan "KandidatFest"!

Nasional

Close Ads X