Titin, Penderita Obesitas 300 Kg, Bersiap Dioperasi Ditemani Suami dan Anaknya - Kompas.com

Titin, Penderita Obesitas 300 Kg, Bersiap Dioperasi Ditemani Suami dan Anaknya

Kompas.com - 11/01/2019, 18:03 WIB
Wajah Titin, penderita obesitas 300 kg, terlihat mulai bisa tersenyum saat sudah berada diruang rawat inap rumah sakit di Palangkaraya, Jumat (11/1/2019). KOMPAS.com/KURNIA TARIGAN Wajah Titin, penderita obesitas 300 kg, terlihat mulai bisa tersenyum saat sudah berada diruang rawat inap rumah sakit di Palangkaraya, Jumat (11/1/2019).

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Titi Wati alias Titin (37),  penderita obesitas 300 kg, kini sudah merasa tenang berada di rumah sakit.  Tim medis sudah melakukan pemeriksaan awal pada Jumat (11/1/2019) sebelum tindakan operasi saluran pencernaan dilakukan. 

Setelah berhasil dievakuasi dari rumah kontrakannya di jalan George Obos, Palangkaraya, menuju Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, kini Titin harus menjalani beberapa tahap pemeriksaan kesehatan total.

Proses operasi hanya bisa dilakukan setelah semua proses pemeriksaan awal kesehatan Titin selesai dilaksanakan, serta tidak ada ditemukan gangguan kesehatan lainnya, yang dapat menghambat proses operasi.

Titin terlihat lebih tenang setelah berada di rumah sakit, ditemani oleh suami, anak, serta beberapa keluarganya.


Baca juga: Berat Badan 300 Kilogram, Titin Hanya Bisa Terbaring di Rumahnya

“Saya merasa jauh lebih lega dan nyaman, setelah berada dirumah sakit, sekarang saya harus mengikuti semua proses pemeriksaan medis, walau agak kesulitan untuk menjalaninya, tapi saya akan berjuang semampu saya supaya pemulihan berat badan saya bisa lebih cepat,” kata Titin kepada Kompas.com saat ditemui diruang rawat inap, Jumat (11/01/2019).

dr. Theodorus Sapta Atmadja, MM selaku Wakil Direktur Pendidikan Dan Kemitraan Rsud Doris Sylvanus mengatakan jika pemeriksaan kesehatan total tidak ditemukan adanya kontradiksi dalam tubuh Titin, baru tim medis akan mencari jadwal operasi. Sebab operasi Titin akan melibatkan dokter spesialis dari Denpasar, Bali. 

“Setelah semua aman, baru kita koordinasikan dengan dokter spesialis untuk mengambil langkah selanjutnya, untuk tindakan operasi penyempitan saluran pencernaan,” katanya. 



Close Ads X