Pria Ini Ditangkap Saat akan Jual Burung Cenderawasih

Kompas.com - 11/01/2019, 16:50 WIB
Burung merak yang diamankan Jajaran Satreskrim Polres Bantul, Yogyakarta.KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Burung merak yang diamankan Jajaran Satreskrim Polres Bantul, Yogyakarta.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Resor Bantul, Yogyakarta, mengungkap kasus penjulan hewan langka dan dilindungi. Sejumlah hewan langka dijual hingga puluhan juta kepada kolektor.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo menyampaikan, pelaku S (56) warga asal Jepara, Jawa Tengah, ditangkap di Jalan Parangtritis, Bantul, pada Kamis (10/1/2019), saat akan menjual 14 jenis satwa langka.

Satwa langka yang ditemukan di dalam kendaraan tersangka di antaranya 2 ekor kangguru tanah berukuran kecil, 3 ekor burung cendrawasih, 4 ekor burung mambruk, 6 ekor tupai bangka, 2 ekor burung kasuari, dan seekor burung merak jawa.

"Kami amankan pelaku yang diduga mau memperjualbelikan satwa langka," kata Rudy, di Mapolres Bantul, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: BKSDA Maluku Selamatkan 1.177 Ekor Satwa Dilindungi Sepanjang 2018

" Burung cenderawasih dijual dengan harga sekitar Rp 30 juta," ucap dia.

Dia mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Dari penelusuran polisi pelaku menawarkan satwa-satwa langka tersebut melalui media sosial.

"S memasarkan melalui sistem online dan menyasar komunitas-komunitas dan kalangan tertentu," ujar dia.

Dari pengakuan, pelaku mendapatkan hewan langka dari seorang temannya yang mengaku bekerja di pelabuhan. S juga mengaku keuntungan yang didapatkan cukup besar.

Misalnya, burung cenderawasih dibeli dengan harga Rp 20 juta dijual dengan harga Rp 30 juta.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Dia terancam hukuman 5 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 100 juta.

Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Wajudi mengungkapkan, ada 11 hewan langka yang harus mengajukan izin ke Presiden jika ingin memeliharanya, hal itu merujuk Pasal 34 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 8.

Baca juga: KSDA Garut: Pelihara Satwa Dilindungi Bisa Kena Sanksi Pidana

Hewan itu yakni anoa, harimau sumatera, elang jawa, dan lainnya, termasuk cenderawasih. "Izinnya susah sekali, sampai sekarang belum ada orang untuk pribadi yang mendapatkannya," ucap dia.

Dia mengatakan, untuk hasil pengungkapan kasus di Bantul, hewan langka tersebut nantinya akan diperiksa kesehatannya dan dibawa ke lembaga konservasi hewan.

Rencananya akan dilepasliarkan ke habitat aslinya, seperti di Papua, dan Maluku. "Hewan yang diamankan, paling banyak dari Indonesia timur," ucap dia.


Terkini Lainnya

CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

Regional
Lagi, Murid 'Bullying' Gurunya Sendiri di Jakarta

Lagi, Murid "Bullying" Gurunya Sendiri di Jakarta

Megapolitan
Pihak Ratna Sarumpaet Keberatan JPU Hadirkan Saksi Penyidik dari Polda Metro

Pihak Ratna Sarumpaet Keberatan JPU Hadirkan Saksi Penyidik dari Polda Metro

Megapolitan
Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Nasional
Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Regional
Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Internasional
Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Nasional
Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan 'KandidatFest'!

Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan "KandidatFest"!

Nasional
26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

Internasional
Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Regional
Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Regional
Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Megapolitan
Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Ratna Sarumpaet Keluhkan Kondisi Tahanan Polda Metro Jaya

Megapolitan
Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi 'Online' Digunakan di Kepulauan Riau

Mulai April 2019, Alat Perekam Transaksi "Online" Digunakan di Kepulauan Riau

Nasional

Close Ads X