Fakta Baru Kasus Penusukan Siswi SMK di Bogor, S Masih Berstatus Saksi hingga Minim Saksi Mata - Kompas.com

Fakta Baru Kasus Penusukan Siswi SMK di Bogor, S Masih Berstatus Saksi hingga Minim Saksi Mata

Kompas.com - 11/01/2019, 16:15 WIB
ilustrasi pelaku pembunuhan ilustrasi pelaku pembunuhan

KOMPAS.com - Teka-teki pelaku pembunuhan Andriana, siswi SMK Baranangsiang di Bogor, masih belum menemukan titik terang.

Meskipun seorang pemuda berinisial S telah diamankan polisi, namun polisi belum menyatakan secara resmi apakah S merupakan pelaku penusukan terhadap Andriana (18).

Hingga saat ini S masih berstatus saksi. Berikut ini rentetan fakta di balik kasus pembunuhan sadis Andriana di Bogor:

1. Amankan S, polisi belum pastikan pelaku penusukan

Lokasi pembunuhan Noven, siswi SMK Baranangsiang, di Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho Lokasi pembunuhan Noven, siswi SMK Baranangsiang, di Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kepolisian Resor Bogor Kota mengamankan S, pria yang diduga menjadi pelaku penusukan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18).

S diamankan tim gabungan Mabes Polri dan Polda Jabar di wilayah Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019) malam.

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan, saat ini S masih berstatus saksi. Namun, polisi belum bisa menyimpulkan S sebagai pelaku penusukan Noven atau bukan.

"Kami mohon masyarakat bersabar, ini masih dalam penyelidikan. Namun, kami berkomitmen untuk mengungkap secepatnya," kata Hendri, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga: Kronologi Penusukan Noven, Siswi SMK di Bogor

2. S adalah mantan pacar Andriana

Identitas terduga pelaku pembunuhan siswi SMK di Bogor telah terungkap, motif penusukan diduga karena dendam dan sakit hati. Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin Identitas terduga pelaku pembunuhan siswi SMK di Bogor telah terungkap, motif penusukan diduga karena dendam dan sakit hati.

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser menuturkan, pria berinisial S yang diamankan oleh petugas mengaku pernah memiliki hubungan dekat dengan Andriana alias Noven.

"Itu mantan pacar korban," kata Hendri, Kamis (10/1/2019). Masih saksi Namun, polisi memastikan bahwa S masih berstatus saksi.

Pasalnya, dari pendalaman yang dilakukan polisi, S diyakini bukan pelaku penusukan.

"S sudah diamankan, tetapi bukan dia pelakunya. Kita masih lakukan pendalaman, kemungkinan dia bukan pelakunya," kata Hendri seusai menghadiri rapat koordinasi keamanan dan ketertiban di Gedung Kemuning Gading.

Baca Juga: Sosok S dalam Kasus Tewasnya Siswi SMK di Bogor, Mantan Pacar yang Viral hingga Berstatus Saksi

3. Ciri-ciri S tidak sesuai dengan rekaman CCTV

Petugas kepolisian sedang memasang garis polisi di lokasi penusukan seorang siswi SMK, di sebuah gang di sekitar Jalan Riau, Kecamatan Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa (8/1/2019).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Petugas kepolisian sedang memasang garis polisi di lokasi penusukan seorang siswi SMK, di sebuah gang di sekitar Jalan Riau, Kecamatan Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa (8/1/2019).

Menurut Kapolresta Hendri, ciri-ciri fisik S dengan pria yang terekam menikam Andriana tidak menunjukkan kecocokan. Diduga kuat S bukanlah pelaku penusukan.

Selain itu, pada saat kejadian, S juga tidak terlacak berada di Kota Bogor. Hal itu juga didukung keterangan beberapa saksi yang sudah diperiksa.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan, profil S tidak identik dengan pelaku yang terekam di kamera CCTV. Jadi kapasitasnya masih saksi," ujar dia.

Baca Juga: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penusukan Siswi SMK di Bogor, Inisialnya "S"

4. Minimnya saksi, polisi alami kesulitan

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan, masyarakat diminta bersabar dan percaya kepada polisi untuk bisa menangkap pelaku.

S, yang sempat diduga pelaku, ternyata dipastikan masih berstatus saksi.

"Kami mohon masyarakat bersabar, ini masih dalam penyelidikan. Namun, kami berkomitmen untuk mengungkap secepatanya," kata Kamis (10/1/2019).

Dia menambahkan, barang bukti berupa rekaman video CCTV dibawa ke Mabes Polri untuk mengungkap identitas pelaku dalam penyelidikan selanjutnya.

"Kesulitan kami di lapangan dikarenakan minimnya saksi saat peristiwa pembunuhan. Sedangkan identifikasi profil wajah melalui CCTV masih membutuhkan waktu mengingat gambar yang dihasilkan tidak maksimal," katanya.

Baca Juga: Polisi Amankan S, Terduga Pelaku Penusukan Siswi SMK di Bogor

Sumber: KOMPAS.com (Ramdhan Triyadi Bempah)


Terkini Lainnya


Close Ads X