Kompas.com - 11/01/2019, 11:49 WIB

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com-Sejumlah marga etnis Simalungun, selama ini selalu dikaitkan asal usulnya dengan suku Batak Toba atau Tapanuli. Salah satunya adalah marga Purba Tambak.

Untuk merunut, membahas, memilah, dan merevisi sejarah yang sudah lama tertanam itu, dosen sejarah dan penulis buku, Herman Purba Tambak membeberkan hasil kajiannya dalam sebuah focus group discussion (FGD) di depan kampus Universitas Simalungun, Pematangsiantar, Kamis (10/1/2019).

"Saya memiliki Pustaha Bandar Hanopan, Pustaha Silou hingga Pustaha Malasori. Hampir tak ada pendapat yang menyatakan bahwa leluhur Purba Tambak berasal dari Tapanuli," ungkapnya.

Dia menyebutkan, tidak ada data sebelum masa Purba Tambak membuka perkampungan di Tambak Bawang. Hanya ada cerita turun temurun dari orangtua bahwa leluhur mereka datang dari Hindia Belanda sampai di Teluk Kampai, Aceh.

Baca juga: Ada Pemberhentian Massal Tenaga Honorer di Simalungun, Guru Honorer Aman

Dikatakan, dalam Pustaha Silou disebutkan, Tuan Horsik di Tambak Bawang, kelak bergelar Jigou melakukan perjalanan marultop (menyumpit) hingga tiba di ibu kota Kerajaan Nagur.

Karena kepandaiannya, dia diangkat menjadi pasukan Kerajaan Nagur hingga menjadi menantu Raja Nagur, membantu dalam menghadapi serangan dari Kerajaan Aceh.

Tiga putera mahkota Nagur tewas dalam perlawanan menghadapi Aceh, menyebabkan menantunya Tuan Horsik, gelar Raja Jigou meneruskan pemerintahan.

Kepemimpinan Purba Tambak mengalami peralihan, sejak menjadi penguasa tunggal, masa kerajaan berempat (Silou, Panei, Siantar, Tanah Jawa) hingga kerajaan bertujuh dan dinasti terakhir dikenal Raja Dolog Silou, Tuan Bandaralam Purba Tambak.

Dalam kesempatan itu, sejumlah peserta FGD, seperti sejarawan Juandaha Raya Purba Dasuha, tokoh Simalungun Sarmedi Purba mencoba menguji paparan Herman Purba Tambak yang menyinggung hubungan Purba Tambak dengan marga Purba lainnya seperti Tua, Tanjung, Sigumonrong, Silangit, Tarigan Tambak, Lombang, Girsang (Partandja Batu), Siboro, Tondang, Dasuha, Sidadolog, dan Sidagambir.

Sarmedi bahkan mempertanyakan sumber data sejarah seraya meminta bagaimana agar apa yang disampaikan mendapat pengakuan publik. Jauh ke depan, juga agar masuk dalam literasi intenasional.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Regional
Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.