Kisah Nuriman: dari Tukang Servis Keliling, Kini Sukses Usaha Reparasi Limbah Payung

Kompas.com - 11/01/2019, 07:00 WIB
Sejumlah pekerja merapihkan payung di halaman rumah Nuriman, di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019). KOMPAS.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSejumlah pekerja merapihkan payung di halaman rumah Nuriman, di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019).

CIREBON, KOMPAS.com – Musim hujan yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, membawa berkah tersendiri bagi Nuriman (55).

Warga Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon ini meraup untung berkali lipat dari usaha reparasi limbah payung.

Tak disangka, hasil kreatifitasnya tersebar di sejumlah daerah di pulau jawa. Nuriman yang semula tukang servis payung keliling di ibukota sekitar 20 tahun silam, kini memiliki sekitar 15 karyawan di daerahnya.

Aktivitas produksi di halaman rumah Nuriman tidak pernah sepi. Sejumlah warga terus berkerja memperbaiki payung-payung yang sudah rusak. Mereka merombak dan kemudian memperbaiki kembali payung hingga berfungsi dengan baik.


Baca juga: Kurangi Limbah, Anak-anak Panti Asuhan di Bandung Daur Ulang Sabun

Sejumlah pekerja yang berasal dari warga sekitar memiliki masing-masing tugas yang berbeda. Ada yang bertugas memperbaiki kerangka yang patah, mengecat kerangka yang sudah kusam, mencopot kain payung dan kembali memasangnya, serta membungkus ke dalam plastik.

Fadhilah, putra bungsu pasangan Nuriman dan Ulfa (53) menyebut, payung-payung ini berasal dari gudang atau pabrik jaringan milik bapaknya sewaktu di ibukota. Nuriman membelinya dengan cara borongan sekitar Rp 20 juta.

Dia tidak pernah tahu berapa jumlah detail payung serta kondisi tingkat kerusakan masing-masing. Ada payung yang hanya rusak gagangnya, kerangkanya patah, kain sobek, dan lainnya, bahkan tak sedikit payung yang sama sekali sudah tidak diperbaiki.

“Awalnya, dari orang tua yang pernah di Jakarta, servis payung dari rumah ke rumah sampai ketemu gudang payung. Kemudian, dibawalah ke Cirebon, dibetulin dari limbah sampai bisa ke jual lagi di pasar-pasar. Dan usaha ini saya kembangin ke berbagai kabupaten lainnya, dari nol sampai lumayan seperti ini,” kata Fadhilah.

Baca juga: Karang Taruna Cikoneng Ubah Limbah Bambu Jadi Miniatur Rumah

Fadhilah menyebut, limbah payung itu memiliki ukuran dan bahan yang bervariasi. Beberapa di antaranya berbahan plastik, saten, dan parasit. Dia juga beberapa kali mendapatkan limbah payung pantai, payung besar, hingga payung untuk gazebo. Semuanya dia perbaiki dan dijual kembali.

Berkah musim hujan

ilustrasi hujanshutterstock ilustrasi hujan

Fadhilah yang sudah berkeluarga ini menyebut, di musim hujan seperti ini, pejualan payung melambung tinggi. Dia menjualnya dari pasar ke pasar ke berbagai daerah di pulau jawa.

Dia dapat menjual sekitar 400 – 500 lusin payung dalam satu pekan. Harganya bervariasi dari Rp 120.000 hingga Rp 250.000 per lusin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Regional
Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Regional
Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Regional
'Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang'

"Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang"

Regional
Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Regional
DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

Regional
Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Regional
Ucapan Selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dari Asmat Papua

Ucapan Selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dari Asmat Papua

Regional
Fakta Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan yang Datang ke Istana, Kader Golkar yang Peduli Pada Lansia

Fakta Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan yang Datang ke Istana, Kader Golkar yang Peduli Pada Lansia

Regional
Densus 88 Dimarahi Pemilik Indekos yang Disewa Terduga Teroris, Disuruh Buka Sepatu

Densus 88 Dimarahi Pemilik Indekos yang Disewa Terduga Teroris, Disuruh Buka Sepatu

Regional
Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Jam 2 Dini Hari, Orangtua Heran

Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Jam 2 Dini Hari, Orangtua Heran

Regional
Pemprov Sulsel Gandeng KPK untuk Tingkatkan Kapasitas Humas

Pemprov Sulsel Gandeng KPK untuk Tingkatkan Kapasitas Humas

Regional
Penemuan Ikan Bertuliskan Kata “Ambon” dan 'Maluku', Diduga dari Koran yang Menempel

Penemuan Ikan Bertuliskan Kata “Ambon” dan "Maluku", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
Cegah Anak Kecanduan Gawai, Wali Kota Bandung Siapkan Program Bagi-bagi Ayam

Cegah Anak Kecanduan Gawai, Wali Kota Bandung Siapkan Program Bagi-bagi Ayam

Regional
4 Kucing di Pontianak Dianiaya, Matanya Ditusuk Kayu Orang Misterius

4 Kucing di Pontianak Dianiaya, Matanya Ditusuk Kayu Orang Misterius

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X