[HOAKS] Tsunami Melanda Tapanuli Tengah

Kompas.com - 10/01/2019, 17:45 WIB
Ilustrasi tsunamiShutterstock Ilustrasi tsunami
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Kabar bohong mengenai tsunami atau gempa masih saja terjadi, setelah bencana itu melanda Indonesia. Tahun lalu terdapat dua tsunami besar yang menghancurkan beberapa wilayah di Tanah Air.

Tsunami pertama terjadi di Palu, Donggala, dan Sigi yang memakan ribuan korban jiwa. Sementara, pada bulan Desember 2018, terjadi tsunami di Pandeglang, Serang, dan Lampung yang mengagetkan sebagian besar masyarakat.

Sejak kejadian tersebut, beberapa hoaks seputar gempa dan tsunami masih bermunculan tahun ini. Kali ini terdapat hoaks mengenai tsunami terjadi di Tapanuli Tengah.

Disebutkan, tsunami terjadi pada Kamis (10/1/2019) pukul 02.30 WIB dini hari tadi.


Narasi yang beredar:

Di media sosial Twitter, terdapat beberapa netizen yang menanyakan kebenaran informasi tersebut.

Pantauan Kompas.com, warganet tersebut menanyakan langsung kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan me-mention akun resmi Twitter BMKG, @infoBMKG.

Tangkapan layar mengenai isu tsunami di Tapanuli TengahTwitter Tangkapan layar mengenai isu tsunami di Tapanuli Tengah
"@infoBMKG Min kabarnya di Tapanuli Tengah-Sibolga daerah Sumatera Utara sedang ada isu terjadinya tsunami. Mohon konfirmasi min, keluarga saya tinggal disana," tulis salah satu akun.

"@infoBMKG Mohon infonya min terkait isu gelombang surut dan akan terjadi tsunami di pantai Sibolga, Tapanuli Tengah. Warga beramai-ramai untuk mengungsi pagi ini," tulis akun lainnya.

Penelusuran Kompas.com:

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat dengan lokasi yang dikabarkan.

Dari analisis tersebut, tidak ditemukan adanya aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya.

Rahmat menambahkan, hasil pengamatan stasiun pasang surut (tide gauge) di wilayah Sumatera Utara (Sibolga, Gunung Sitoli, Lahewa, Teluk Dalam, Pulau Tellom dan Tanabala), tidak ditemukan perubahan gelombang air laut yang signifikan atau hanya gejala normal pasang surut harian.

"Berdasarkan hasil pengamatan lapangan oleh BMKG Pinangsori, Sibolga, dan BMKG Nias bahwa tidak didapatkan adanya gejala peristiwa tsunami," kata Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (10/1/2019).

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak resmi, terutama terkait isu tsunami yang berkembang.

Informasi resmi dapat di akses masyarakat melalui situs resmi BMKG, media sosial BMKG, maupun melalui aplikasi yang dapat diunduh di smartphone.

Baca selengkapnya: Beredar Isu Tsunami di Tapanuli Tengah, Ini Penjelasan BMKG


HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain

Terkini Lainnya

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Pentingnya Bekal bagi Warga Binaan Sebelum Menghirup Udara Bebas..

Megapolitan
Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni  Rp 15 Juta

Dua Jenazah Warga Malaysia Dipulangkan, Keluarga Disantuni Rp 15 Juta

Regional
500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

500 Hektar Lahan Sawah di Manggarai Barat Terendam Banjir

Regional
Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Bantu Napi Bawa Telepon Genggam ke Penjara, Petugas Bisa Dipecat

Megapolitan
Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Jokowi Tak Hadir, Lelang Motor Chopperland hingga Gitar untuk Dana Kampanye Dibatalkan

Regional
Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Menanti Putusan Sela Majelis Hakim dalam Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Hari Ini

Megapolitan
Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Waspada Hujan Petir Disertai Angin Kencang di Jakbar, Jaksel, dan Jaktim

Megapolitan
[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

[BERITA POPULER] Survei SMRC: Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen | Ma'ruf Amin Kritik Sandiaga

Nasional
Polisi Belanda Tahan Pria Terduga Pelaku Penembakan di Trem Utrecht

Polisi Belanda Tahan Pria Terduga Pelaku Penembakan di Trem Utrecht

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Keluarga Pelaku Teror Selandia Baru | Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8

[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Keluarga Pelaku Teror Selandia Baru | Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8

Internasional
Target Penumpang MRT Baru Akan Terealisasi di Tahun Keempat Operasi

Target Penumpang MRT Baru Akan Terealisasi di Tahun Keempat Operasi

Megapolitan
MRT Siapkan Park and Ride dan Titik Penjemputan Ojek Online

MRT Siapkan Park and Ride dan Titik Penjemputan Ojek Online

Megapolitan
Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional

Close Ads X