Sidang Kasus Suap Perizinan Meikarta, KPK Siap Hadirkan 87 Saksi

Kompas.com - 10/01/2019, 14:34 WIB
Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/10/2018). KPK resmi menahan Neneng Hassanah Yasin terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. Dhemas ReviyantoBupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/10/2018). KPK resmi menahan Neneng Hassanah Yasin terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

BANDUNG, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan 87 saksi dalam sidang kasus suap perizinan proyek Meikarta yang akan segera digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Sebanyak 87 saksi tersebut dijadwalkan memberikan keterangan untuk pihak pemberi suap perizinan Meikarta kepada Pemkab Bekasi, yaitu Billy Sindoro, Taryudi, Henry Jasmen, dan Fitradjaja Purnama.

"Jadi seluruhnya 87 orang, tapi nanti kami pilah-pilah lagi saksinya. Karena memang waktunya kita diberikan seluruhnya 90 hari," ujar jaksa I Wayan Riyana usai sidang putusan sela eksepsi, di Bandung, Rabu.

Baca juga: Kasus Suap Perizinan Meikarta, Hakim Tolak Eksepsi Billy Sindoro

Sidang suap Meikarta pun dipercepat dari seminggu sekali menjadi seminggu dua kali pada Senin dan Rabu, dan diputuskan majelis hakim untuk mempercepat persidangan.

Saat disinggung mengenai saksi perdana yang akan dihadirkan, I Wayan Riyana belum bisa mengatakannya.

Menurut Riyana, perlu adanya konfirmasi dulu terhadap saksi yang akan dihadirkan pada Senin (14/1).

"Belum kami jadwalkan. Nanti kami buat timeline dulu mana yang prioritas kami untuk saksi tanggal 14," kata dia pula.

Baca juga: Alasan Heryawan Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Meikarta

Saat disinggung terkait kemungkinan menghadirkan mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, jaksa belum bisa mengonfirmasinya. Terlebih dalam berita acara pemeriksaan untuk pemberi suap, keduanya tidak masuk.

"Belum bisa kami konfirmasi, karena di berita acara pemeriksaan, untuk terdakwa pemberi belum ada. Itu kan diperiksa untuk berkas terdakwa penerima. Kami pilah-pilah dulu berapa jumlahnya," tambah Riyana.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melawan Saat Ditangkap, Maling Ini Berhasil Lukai 2 Polisi dan Rampas Senpi

Melawan Saat Ditangkap, Maling Ini Berhasil Lukai 2 Polisi dan Rampas Senpi

Regional
Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Regional
Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Regional
Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Regional
Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Regional
Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Regional
Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Regional
Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Regional
Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Regional
Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X