Gubernur NTT Canangkan Festival Toilet Bersih

Kompas.com - 10/01/2019, 11:56 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan pada kegiatan Sekolah Perdamaian dengan agenda Mengunjungi Situs Agama Lokal dan Mondial di Aula Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Kupang, Kamis (18/10/2018), kemarin Dokumen Humas Pemprov NTTGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan pada kegiatan Sekolah Perdamaian dengan agenda Mengunjungi Situs Agama Lokal dan Mondial di Aula Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Kupang, Kamis (18/10/2018), kemarin


RUTENG, KOMPAS.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat akan mencanangkan Festival Toilet Bersih di 23 kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Nusa Tenggara Timur harus mempersiapkan toilet bersih di seluruh kampung dan kota di wilayah NTT.

“Tim penilai akan menurunkan tim ke 23 kabupaten dan kota di seluruh NTT untuk memberikan penilaian dan menentukan kabupaten mana yang menang. Program Festival Toilet Bersih untuk melatih warga NTT agar memiliki toilet bersih. Program ini sejalan dengan prioritas provinsi pariwisata,” tegasnya saat memberikan arahan kepada Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) saat kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Rabu (9/1/2019).

Selain itu, Gubernur Laiskodat menegaskan, seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur harus membuat 5 festival dalam setahun.

Baca juga: Gempa di Sumba Tengah NTT, Dirasakan di Labuan Bajo hingga Bima, NTB

 

Festival apa saja yang dicanangkan oleh seluruh bupati dan walikota di seluruh Nusa Tenggara Timur. Festival ini menggaet kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik.

Selain itu, aparat sipil negara dan rakyat menjadi event organizer (EO) dari festival itu. Jangan memakai orang luar menjadi event organizer dari berbagai festival itu.

“Kami melatih aparat sipil negara dan rakyat Nusa Tenggara Timur untuk bisa menjadi event organizer daripada mendatangkan orang dari luar sebagaimana kegiatan besar selama ini. Aparat sipil negara dan rakyat NTT harus bisa menyelenggarakan sebuah event yang besar dengan menggunakan anggaran daerah atau anggaran dari berbagai sponsor festival. Saya lihat selama ini event organizer sebuah kegiatan selalu dilakukan oleh orang dari luar sehingga anggaran daerah lari ke luar. Anggaran itu harus berputar di seluruh Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Gubernur Laiskodat menjelaskan, festival toilet bersih untuk membiasakan rakyat Nusa Tenggara Timur menggunakan jamban bersih demi kesehatan rakyat itu sendiri.

Ini juga sejalan dengan program community base tourism (CBT) dimana Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi pariwisata.

Selain itu, rumah warga ditata sebagai tempat penginapan dari wisatawan asing dan domestik yang mengunjungi obyek wisata di seluruh wilayah NTT.

Baca juga: Longsor Melanda Jalan Nasional Trans Flores NTT

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X