Titin, Wanita Penderita Obesitas Hampir 300 Kg Ditawari Operasi Gratis - Kompas.com

Titin, Wanita Penderita Obesitas Hampir 300 Kg Ditawari Operasi Gratis

Kompas.com - 09/01/2019, 22:52 WIB
Dokter bersama tim memberikan informasi serta penjelasan kepada Titi Wati di kediamannyaHandout,Kurnia Tarigan Dokter bersama tim memberikan informasi serta penjelasan kepada Titi Wati di kediamannya

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Pihak Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya bekerja sama dengan dokter spesialis dari Rumah Sakit Udayana, Denpasar, Bali, menawarkan operasi saluran pencernaan secara gratis kepada Titin Wati (37), penderita obesitas yang berat badannya diperkirakan sekitar 275 kilogram (sebelumnya ditulis diperkirakan sekitar 300 Kg).

Enam tahun lebih, Titi Wati, ibu rumah tangga penderita obesitas, hanya bisa terbaring tanpa aktivitas banyak karena masalah berat badannya ini.

Dr Theodorus Sapta Atmadja, MM, selaku Wakil Direktur Pendidikan dan Kemitraan RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya bersama tim mendatangi kediaman Titi Wati, dan menyampaikan tawaran bahwa ada dokter spesialis dari Rumah Sakit Udayana, Denpasar, Bali, yang bersedia menolong Titi Wati melalui operasi tersebut.


Baca juga: Titin, Wanita Penderita Obesitas 300 Kg Harapkan Uluran Tangan...

Operasi tersebut akan dilaksanakan di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, jadi dokter spesialisnya yang akan datang ke Palangkaraya," kata dokter Theo, kepada Kompas.com, setelah memberikan informasi kepada Titi, Rabu (9/1/2019).

Pihak rumah sakit juga menjelaskan kepada Titi mengenai tindakan operasi yang akan dilakukan serta apa saja yang akan dipersiapkan dalam hal evakuasi Titi ke rumah sakit nantinya.

Namun, untuk proses operasi yang akan dilaksanakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari keluarga Titi, dalam hal ini suami Titi.

Apabila proses operasi disetujui, maka pihak rumah sakit juga harus mempersiapkan banyak hal, mulai dari mengevakuasi Titi dari kediamannya hingga ke rumah sakit, begitu juga dengan ranjang pasien yang khusus, serta persiapan lain yang diperlukan.

Ada beberapa risiko yang harus diperhatikan oleh pihak keluarga, apabila operasi tidak dilakukan, di mana sudah ada beberapa bagian tubuh Titi yang sudah mengalami luka akibat lecet, yang semua itu terjadi karena Titi tidak bisa berdiri dan duduk, hanya bisa berbaring.

Baca juga: Berat Badan 300 Kilogram, Titin Hanya Bisa Terbaring di Rumahnya

“Kami sangat berharap kepada pihak keluarga, khususnya kepada suami Titi Wati, agar menyetujui proses operasi yang akan dilakukan sebagai upaya pemulihan berat badan Titi Wati yang kian membesar,” ujar dokter Theo.

Kini, pihak keluarga masih menunggu kedatangan suami Titi pulang dari lokasi pekerjaannya yang cukup jauh dari Kota Palangkaraya.

Suami Titi sulit dihubungi lantaran tidak ada jaringan telepon di lokasi kerjanya.


Terkini Lainnya


Close Ads X