Kompas.com - 09/01/2019, 12:57 WIB
Sebuah bus tengah melaju. THINKSTOCKPHOTOSSebuah bus tengah melaju.

SEMARANG, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota mengembangkan konsep angkutan massal. Salah satu yang didorong yaitu dengan bus rapid transit (BRT).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi, menerangkan, konsep angkutan massal melalui BRT mulai digemari masyarakat. Beberapa daerah dinilai berhasil mengembangkan BRT di lapangan.

Namun demikian, Kemenhub mencatat masih ada BRT di daerah yang belum berkembang. Padahal daerah terkait telah diberi bantuan BRT oleh Kemenhub.

"Ada beberapa kota yang diberikan BRT, tapi pengelolaan kurang bagus. Ada beberapa kota tidak bergerak, seperti Bogor, Sorong," kata Budi, di Semarang, Rabu (9/1/2019).

Baca juga: Kemenhub Ingin Batasi Usia Kendaraan Pribadi

Budi mengatakan, Kemenhub mengkaji opsi pemindahan BRT jika di daerah yang diberikan bantuan bus tidak berkembang. Bus akan dipindah ke kota lain agar dikelola dengan baik.

"Kalau pemerintah kota tidak serius diambil dan dialihkan kepada kota yang punya komitmen kembangkan BRT," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budi juga menyinggung angkutan massal antar wilayah di Jawa Tengah melalui BRT Trans Jateng. Bus ini mengakomodasi keinginan masyarakat tidak saja di dalam kota, namun antar wilayah.

Kemenhub mendorong agar pemerintah provinsi mulai membuka jalur-jalur baru yang potensial melalui angkutan BRT.

"Daerah asal saya di Banyumas begitu ada BRT Jateng, anak saya gunakan BRT. Bupati disana juga meminta tambahan BRT lagi untuk di koridor lain di arah lain," tambahnya.

Di luar itu, kata dia, Kementerian Perhubugan meminta agar setiap kota besar mengkaji tingkat kemacetan dan polusi di daerahnya. Kajian kemudian dilanjutkan dengan peraturan wali kota atau peraturan gubernur.

"Menhub mendorong agar kota-kota besar di Indonesia mengkaji tingkat kemacetan dan polusi, dimulai susun rencana baik dengan perwal atau Pergub soal manajemen peraturan lalu lintas. Itu untuk mengurai kemacetan di kota besar," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.