Kemenhub Ingin Batasi Usia Kendaraan Pribadi

Kompas.com - 09/01/2019, 12:45 WIB
Ilustrasi kemacetan.Arimbi Ramadhiani Ilustrasi kemacetan.

SEMARANG, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) ingin membatasi usia kendaraan milik pribadi. Selama ini, pembatasan kendaraan hanya ditujukan untuk kendaraan umum, yaitu bus.

"Pembatasan usia kendaraan pribadi apakah 10 tahun, 15 tahun, atau berapa itu penting. Yang ada saat ini baru bus," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi di Semarang, Rabu (9/1/2019).

Budi menerangkan, berdasarkan data Kemenhub, hampir tiap orang memiliki kendaraan. Rasionya yaitu 1.000 orang menguasai 800 kendaraan. Satu orang juga terkadang menguasai lebih dari tiga kendaraan.

"Pembatasan kendaraan tidak pernah ada. Kami dengar, nanti DP kendaraan 0 persen. Itu belum sepakat karena masih dihitung aspek lalu lintasnya," tambahnya.

Baca juga: Kemenhub Bagikan 67 Bus untuk Sejumlah Daerah di Jabar

Terkait pembatasan, saat ini baru kendaraan bus yang dibatasi, yaitu bus reguler maksimal berusia 25 tahun dan bus wisata maksimal 15 tahun.

"Pembatasan angkutan lain tidak dikenal," tambahnya.

Apalagi ke depan, angkutan massal semakin modern dengan konsep LRT, MRT, dan lainnya.

Jika daerah telah memulai angkutan massal, mereka juga diminta menyiapkan kebijakan manajemen lalu lintas agar masyarakat mulai meninggalkan kendaraan pribadi dan berubah ke angkutan umum.

"LRT misalnya itu harus didukung kendaraan yang sifatnya pengumpan, agar itu berjalan baik," tambahnya. 


Terkini Lainnya

Pakar: Tantangan UU ITE Juga Masalah Eksistensi

Pakar: Tantangan UU ITE Juga Masalah Eksistensi

Nasional
Lahan BRI di Fatmawati Akan Dijadikan Penampungan Sementara Pedagang Pasar Blok A

Lahan BRI di Fatmawati Akan Dijadikan Penampungan Sementara Pedagang Pasar Blok A

Megapolitan
Trump Kesal Tak Dapat Ucapan Terima Kasih Terkait Pemakaman McCain

Trump Kesal Tak Dapat Ucapan Terima Kasih Terkait Pemakaman McCain

Internasional
Berburu Spot Foto 'Instagramable' di Jakarta? Cek Tempat-tempat Ini...

Berburu Spot Foto "Instagramable" di Jakarta? Cek Tempat-tempat Ini...

Megapolitan
160 Peserta Ikuti Kejuaraan 'Surfing' di Kota Padang

160 Peserta Ikuti Kejuaraan "Surfing" di Kota Padang

Regional
Jaksa: Pemberian Uang ke Eni Tak Mungkin Tanpa Keikutsertaan Idrus Marham

Jaksa: Pemberian Uang ke Eni Tak Mungkin Tanpa Keikutsertaan Idrus Marham

Nasional
Anggota Litbang BPN: Hasil Survei Litbang Kompas Serupa Hasil Survei Internal 4 Bulan Lalu

Anggota Litbang BPN: Hasil Survei Litbang Kompas Serupa Hasil Survei Internal 4 Bulan Lalu

Nasional
Joko Driyono Kembali Mangkir Pemeriksaan Kasus Pengaturan Skor

Joko Driyono Kembali Mangkir Pemeriksaan Kasus Pengaturan Skor

Megapolitan
Elektabilitas Ranking Tiga, Golkar Harus Kerja Keras di Tengah Kasus Korupsi

Elektabilitas Ranking Tiga, Golkar Harus Kerja Keras di Tengah Kasus Korupsi

Nasional
TNI AL Amankan Benih Lobster Senilai Rp 46,1 Miliar yang Hendak Diselundupkan ke Singapura

TNI AL Amankan Benih Lobster Senilai Rp 46,1 Miliar yang Hendak Diselundupkan ke Singapura

Regional
PDI-P Ingin Golkar dan PKB Kalahkan Gerindra dalam Pileg, Ini Alasannya

PDI-P Ingin Golkar dan PKB Kalahkan Gerindra dalam Pileg, Ini Alasannya

Nasional
Di Balik Kemewahan Pemakaman Bos Mafia New York yang Tewas Ditembak

Di Balik Kemewahan Pemakaman Bos Mafia New York yang Tewas Ditembak

Internasional
Bayi Perempuan Ditemukan di Halaman Belakang Rumah Warga di Bekasi

Bayi Perempuan Ditemukan di Halaman Belakang Rumah Warga di Bekasi

Megapolitan
Siapa Partai Paling Tunduk dengan Pilihan Capres Cawapresnya?

Siapa Partai Paling Tunduk dengan Pilihan Capres Cawapresnya?

Nasional
Elektabilitas Tertinggi, PDI-P Jadikan Ini Modal untuk Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Elektabilitas Tertinggi, PDI-P Jadikan Ini Modal untuk Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Nasional

Close Ads X