Sebanyak 245 Jiwa Korban Kebakaran di Ambon Mengungsi di Tenda Darurat

Kompas.com - 09/01/2019, 11:56 WIB
Ratusan korban kebakaran di belakang kawasan AY Patty, Kecamatan Sirimau Ambon mulai mengungsi di tenda darurat yang dibangun BPBD Kota AMbon tak jauh dari lokasi kebakaran, Rabu (9/1/2019) Kontributor Ambon, Rahmat Rahman PattyRatusan korban kebakaran di belakang kawasan AY Patty, Kecamatan Sirimau Ambon mulai mengungsi di tenda darurat yang dibangun BPBD Kota AMbon tak jauh dari lokasi kebakaran, Rabu (9/1/2019)

AMBON,KOMPAS.com-Sebanyak 245 warga yang menjadi korban kebakaran di belakang kawasan AY Patty, Kecamatan Sirimau Ambon kini mengungsi di tenda-tenda darurat yang disediakan Pemerintah Kota Ambon, Rabu (9/1/2019).

Ratusan warga ini terpaksa hidup di tenda darurat setelah rumah dan kos-kosan yang mereka tempati hangus terbakar pada Selasa kemarin.

Dari data yang diterima, tercatat ada sebanyak 71 kepala keluarga yang menjadi korban dalam insiden kebakaran tersebut.

Pantauan Kompas.com sebanyak dua tenda berukuran besar disiapkan Badan Penanggulangan Benana Daerah (BPBD) Kota Ambon untuk menampung ratusan warga yang menjadi korban kebakaran di kawasan itu.

Meski begitu, banyak pengungsi yang tidak kebagian tempat terpaksa berteduh di emperan bangunan di samping tenda.

“Untuk pengungsi semuanya berjumlah 245 jiwa. Jadi selain mengungsi di tenda darurat ada sebagian juga yang memilih mengungsi di rumah kerabatnya,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Ambon, Stenly Tamaela kepada wartawan di lokasi pengungsian, Rabu (9/1/2019).

Baca juga: Dua Bocah Tewas dalam Kebakaran di Ambon

Stenly menyebut, selain mendirikan tenda untuk para pengungsi, pihaknya berencana akan segera menyalurkan keperluan lainnya berupa logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

“Saat ini kami masih terus mendata para pengungsi, nanti setelah terdata semuanya baru kita sediakan semuanya,”ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk membantu para pengungsi, saat ini dinas Sosial Kota Ambon juga telah menyalurkan makanan siap saji. Sementara untuk dapur umum, pihaknya mengaku hal itu akan di kaji terlebih dahulu.

“Kalau untuk nasih bungkus itu dari Dinas Sosial Kota Ambon yang bagikan. Untuk dapur umum itu dikaji dulu nanti baru ditindaklanjuti,”sebutnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X