Harimau Belum Ditemukan, Polisi Imbau Warga Tetap Waspada

Kompas.com - 08/01/2019, 12:52 WIB
Petugas memasang kamera pemantau untuk mendeteksi keberadaan harimau di Desa Peunaron Lama, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Senin (7/1/2019) KOMPAS.com/MASRIADIPetugas memasang kamera pemantau untuk mendeteksi keberadaan harimau di Desa Peunaron Lama, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Senin (7/1/2019)

ACEH TIMUR, KOMPAS.com – Polsek Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, mengimbau masyarakat di Desa Peunaron Lama, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur tetap waspada beraktivitas di sekitar pinggiran hutan.

Hingga saat ini, harimau yang memangsa dua sapi di desa tersebut dua hari lalu belum ditemukan. Diduga, harimau itu masih berada di dekat pemukiman warga.

“Tim BKSDA Provinsi Aceh sudah memasang kamera pemantau. Sejauh ini keberadaan harimau itu belum terlihat di kamera. Kami khawatir harimau masih di pinggiran hutan dan itu harus diwaspadai masyarakat,” kata Kapolsek Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, AKP Ahmad Yani, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Harimau ke Pemukiman Warga Mangsa Sapi, BKSDA Pasang Kamera Pemantau

Dia menyebutkan, polisi dan TNI juga berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terpenting, sambung Ahmad Yani, warga tidak beraktivitas pada malam hari di dekat lokasi kejadian hewan ternak dimangsa harimau.

Sementara itu, salah seorang petani, Abdullah, meminta agar pemerintah segera melakukan langkah pengusiran harimau itu ke kawasan hutan.

Sehingga, petani bisa beraktivitas secara normal tanpa harus merasa khawatir.

“Semoga harimau itu bisa segera diusir ke kawasan hutan, agar kami tak khawatir ke kebun,’ pungkas Abdullah.

Sebelumnya diberitakan, dua sapi dimangsa harimau di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Seekor sapi milik Jamaluddin mati, seekor lainnya mengalami luka pada kaki karena digigit harimau.

Kompas TV Tinggal di karantina, harimau bernama Atan Bintang dipantau oleh tim medis untuk memastikan proses karantina berjalanbaik. Namun, hidup di balai karantina harimau, Atan justru mengalami depresi. Atan yang biasa hidup di alam liar stres karena harus ditempatkan di dalam kandang. Nantinya Atan akan kembali dilepas liarkan saat kondisinya kembali pulih. Harimau Atan memasuki kawasan Desa Teluk Nibung pada 14 November 2018. Ia memasuki pasar Desa Nibung dan bersembunyi di bawah kolong ruko selama beberapa hari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

Regional
Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Regional
Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Regional
Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Regional
Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Regional
Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Regional
Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Regional
179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

Regional
Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Regional
Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Regional
5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

Regional
Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Regional
Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X