Bertemu Nurhadi, Calon Presiden Fiktif "Maha Asik" yang Viral

Kompas.com - 08/01/2019, 05:00 WIB
Nurhadi saat ditemui di kios pijatnya di Pasar Brayung, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/1/2018). KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTONurhadi saat ditemui di kios pijatnya di Pasar Brayung, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/1/2018).


KUDUS, KOMPAS.com - Masyarakat dihebohkan dengan poster pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia, Nurhadi dan Aldo (Dildo) yang muncul di media sosial.

Capres dan cawapres yang mengaku dari nomor urut 10 dengan diusung dari koalisi "Tronjal-Tronjol Maha Asik" tersebut mendadak viral di jagat maya.

Pasangan capres dan cawapres Dildo tersebut tentunya cuma sekadar guyonan belaka. Tidak ada maksud buruk atau bahkan harapan untuk memperkeruh suasana.

Capres dan cawapres fiktif ini hanyalah "intermezo" sebagai langkah kecil untuk meredam suasana menjelang Pilpes 2019 yang terus saja memanas di media sosial.

Baca juga: Kisah Nurhadi, Presiden yang Viral di Medsos, Profesi Tukang Pijat hingga Ditawari Youtuber China

Berikut wawancara Kompas.com dengan Nurhadi, pria kelahiran Kudus, 10 Agustus 1969 itu:

Bagaimana awalnya pencapresan fiktif yang dikampanyekan di medsos itu bisa terwujud?

Awalnya, beberapa tahun lalu, saya membuat akun Facebook pribadi, "Komunitas Angka 10". Hanya komunitas sholawatan, para pecinta Tuhan. Tak disangka, yang mengikuti mencapai ribuan. Nah, kemudian ada orang yang mengaku dari Yogyakarta bernama Edwin. Dia yang mengikuti akun saya itu mengaku ngefans dengan saya. Kata dia, unggahan-unggahan saya itu lucu dan menginsiprasi. Saat itu, Edwin meminta izin, apakah berkenan jika saya diviralkan melalui medsos sebagai capres fiktif. Saya jawab, kenapa harus saya, kok tidak orang lain saja. Kata Edwin sih saya lebih berpotensi tenar karena dikenal banyak pengikutnya. Ya sudah saya setuju dengan syarat dimanfaatkan sebaik mungkin dan tak melanggar hukum dan agama. Sebagai humor saja.

Apakah Anda tidak takut di-bully nantinya?

Saya sebenarnya sudah capek di-bully. Tapi, jika tujuannya hanya untuk guyonan saja sih enggak masalah. Kan sebatas hiburan.

Apakah di pencapresan fiktif itu Anda mengenal siapa sosok Edwin, sang kreator itu? 

Saya tidak kenal sama sekali dengan Edwin. Bahkan tidak pernah ketemu dengan yang menciptakan ide itu. Hubungan kami hanya sebatas pertemanan di Facebook dan komunikasi via Messenger. Saya juga tak punya nomor HP-nya. Saya percaya saja dan kembalikan kepada Allah SWT, karena maksud yang diutarakan Edwin baik. Hanya untuk menghibur. Katanya sih dia mau menemui saya di Kudus.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Regional
Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Regional
Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X