Jaksa KPK Duga Pemberian Honor ke Bupati Purbalingga sebagai Bentuk Lain Gratifikasi

Kompas.com - 07/01/2019, 20:25 WIB
Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi, Senin (7/1/2019)KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi, Senin (7/1/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar soal penerimaan uang semasa Tasdi menjabat sebagai Bupati Purbalingga.

Jaksa menemukan dugaan bentuk gratifikasi baru dari kasus yang menjerat Tasdi.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (7/1/2019), jaksa mencecar Tasdi soal penerimaan sejumlah honor yang diterima atas nama bupati.


Jumlah uang yang diterima mencapai miliaran rupiah. "(Pemberian honor) Itu kan bisa dibuat untuk alasan penerimaan saja," kata jaksa KPK, Kresno Anto Wibowo, dalam sidang.

Baca juga: Kasus Suap Bupati Purbalingga, KPK Tak Akan Panggil Ganjar Pranowo

Jaksa mencatat, sejumlah dinas, rumah sakit, hingga perusahaan daerah, memberi honor untuk Tasdi. Pemberian honor disebut bagian dari pejabat pembina dan hal lain.

Menurut KPK, Tasdi menerima rutin honor dari Perusda Owabong, rumah sakit, PDAM, Diskominfo, Kesbangpol, Badan Keuangan Daerah, bagian perekonomian dan bagian penanaman modal.

Pemberian uang honor mulai Rp 100 juta hingga Rp 1,2 miliar. "Itu SK siapa yang tanda tangan," cecar jaksa.

"Lalu RSUD apakah itu untungnya besar, kok bisa kasih honor," tambah jaksa lagi.

Tasdi menyebut, ia memang diberi honor dari perusda, dinas, dan sebagainya. Bahkan, sejak saat menjabat sebagai Ketua DPRD Purbalingga, ia juga kerap menerima jatah uang honor dari sejumlah lembaga.

"Yang dapat bukan hanya Bupati, misalnya saya dapat Rp 20 juta sebulan, wakil, sekda dan sebagainya. Sejak ketua DPR juga pernah dapat," ucap Tasdi.

Jaksa Kresna heran dan kembali bertanya soal dasar pemberian honor itu. Bisa saja, uang honor merupakan bentuk lain dari setoran pada atasan.

"Dasar pemberian itu apa? Kok dapat honor dari rumah sakit yang bergerak sosial?" tanya jaksa.

Halaman:


Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X