Gubernur NTT: Gubernur Kalian ini Kelihatan Galak, tapi Hatinya Baik

Kompas.com - 07/01/2019, 17:28 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laikodat, saat memberikan sambutan dalam pertemuan tahun Bank Indonesia Perwakilan Cabang NTT, Kamis (13/12/2018) KOMPAS.com/ SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laikodat, saat memberikan sambutan dalam pertemuan tahun Bank Indonesia Perwakilan Cabang NTT, Kamis (13/12/2018)

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, berterus terang soal tabiatnya di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Setda NTT.

Viktor menyampaikan itu di halaman kantor gubernur NTT, Senin (7/1/2019) pagi.

"Gubernur kalian ini kelihatan galak tapi hatinya baik," ucap Viktor, yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan ratusan ASN.

Penyampaian Viktor itu menyusul pernyataan dan sejumlah kebijakannya yang tidak lazim dirasakan oleh ASN.

Baca juga: DPRD NTT Dukung Gubernur Viktor Naikkan Tarif Masuk TN Komodo

Satu di antaranya yakni pemberian hukuman bagi 143 ASN yang tidak disiplin. Ratusan ASN itu memakai rompi orange yang bertuliskan 'Saya Tidak Disiplin', saat mengikuti apel perdana di tahun 2019.

Viktor mengaku, dirinya punya mimpi besar untuk menyejahterakan rakyat NTT dan mengeluarkan stigma buruk NTT sebagai provinsi termiskin ketiga di Indonesia.

Karena itu, langkah pertama yang dilakukan yakni mengubah pola pikir masyarakat dan juga menegakan disiplin bagi ASN sebagai pelayan masyarakat.

"Sekarang ini saya lihat para ASN ini, kena panas dan hujan sedikit saja sudah setengah mati. Saya ingin nanti kita berkumpul dan kita berhujan-hujan selama 10 hari bertahan terus di dalam hujan dan panas. Saya mau lihat ada yang tahan panas dan hujan atau tidak," ucap Viktor.

"Ini provinsi memang kondisinya panas dan hujan sehingga mau urus provinsi yang miskin tidak bisa duduk enak-enak di dalam kantor," sambung dia.

Baca juga: Kunjungi Timor Leste, Gubernur Viktor Berdansa Diiringi Alunan Suara Mari Alkatiri

Viktor mengatakan, sebagai gubernur, dia akan selalu berada di desa-desa untuk mengontrol pembangunan di NTT ini terus berjalan, sehingga ia berharap semua pihak bisa bergerak bersama.

Viktor pun menyebut, jika ada ASN yang kerja keras di lapangan dan menderita sakit, maka dia siap membiayai dengan pelayanan VIP.

"Kalau ASN yang kerja malas, maka kita kasih ke dukun saja," ucap dia kembali disambut tawa para ASN yang hadir.

Viktor meminta semua pihak termasuk ASN, guna menyiapkan diri melayani masyarakat dengan baik, agar mampu mengejar ketertinggalan dan bisa keluar dari kemiskinan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X