Anak Suku Laut di Lingga Akhirnya Miliki Taman Bacaan

Kompas.com - 07/01/2019, 07:26 WIB
Anak-anak suku laut yang ada di Dapur Arang Desa Kelumu Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya memiliki taman bacaan. Meski sederhana, namun keberadaan taman bacaan ini sangat berarti untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak yang ada di Dapur Arang, Desa Kelumu tersebut, Minggu (6/1/2019).DOK YAYASAN KAJANG Anak-anak suku laut yang ada di Dapur Arang Desa Kelumu Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya memiliki taman bacaan. Meski sederhana, namun keberadaan taman bacaan ini sangat berarti untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak yang ada di Dapur Arang, Desa Kelumu tersebut, Minggu (6/1/2019).

LINGGA, KOMPAS.com - Anak-anak Suku Laut yang ada di Dapur Arang Desa Kelumu Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya memiliki taman bacaan.

Meski sederhana, namun keberadaan taman bacaan ini sangat berarti untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak yang ada di Dapur Arang, Desa Kelumu tersebut.

Taman bacaan sendiri merupakan hasil kerja keras dan kegigihan para seluruh anggota Yayasan Kajang hingga akhirnya taman bacaan yang selama ini diharapkan bisa terwujud.


"Semoga dengan adanya taman bacaan ini dapat menumbuhkan minat baca anak-anak di sini," Ketua Yayasan Kajang Densy Diaz, Minggu (6/1/2019).

Baca juga: Kisah Hafid, Seorang Guru yang Dirikan Taman Bacaan di Asmat

Densy berharap, taman bacaan ini dapat dijaga keberadaannya, begitu juga buku yang ada juga bisa dijaga dan dirawat oleh anak-anak dan para orangtua yang ada di Dapur Arang Desa Kelumu.

Selain itu, Densy mengaku dengan meningkatnya minat baca anak-anak suku asli komunitas adat terpencil (KAT) tersebut, setidaknya menjadi modal pembangunan ke depan.

"Hal ini juga dapat diselingi dengan kegiatan produktif yang bernilai ekonomis," jelasnya.

"Mudah-mudahan taman bacaan di alam terbuka ini dapat memberi dampak yang baik," katanya menambahkan.

Kepala Desa Kelumu, Mahadan, mengapresiasi langkah yang dibuat Yayasan Kajang. Menurutnya, dengan adanya taman bacaan mini bernuansa alam bebas tersebut membuat suasana kampung tersebut menjadi berbeda dan lebih baik.

"Alhamdulilah anak-anak kami di sini sudah bersekolah, dan harapan kami ke depannya bisa lebih baik," katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X