Kompas.com - 06/01/2019, 08:50 WIB
Taufik Abdilah (24) pelaku pencurian seekor burung lovebird saat menjalani pemeriksaan di Polresta Palembang, Sabtu (5/1/2019). Pelaku nekat mencuri burung tersebut, lantaran ketagihan bermain game online. KOMPAS.com/AJI YK PUTRATaufik Abdilah (24) pelaku pencurian seekor burung lovebird saat menjalani pemeriksaan di Polresta Palembang, Sabtu (5/1/2019). Pelaku nekat mencuri burung tersebut, lantaran ketagihan bermain game online.

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Akibat ulahnya mencuri satu ekor burung jenis lovebird, Taufik Abdilah (24)  warga Jalan KH M Asyid ,Lorong Tembus, Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah mendapatkan laporan dari korban.

Taufik sebelumnya dilaporkan oleh Beny Andrian (28) pemilik lovebird tersebut, setelah burungya dicuri oleh tersangka dan rekannya Yogi (DPO) pada Kamis (3/12/2018) lalu.

Aksi Taufik dan Yogi diketahui korban melalui rekaman kamera CCTV yang ada dikediaman Benny di Jalan  Sultan M Mansyur Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Petugas Satreskrim Polresta Palembang yang mendapatkan laporan jika Taufik telah berada di rumah usai pulang dari tempat persembunyiannya, langsung bergerak cepat dan mengamankan pria pengangguran tersebut.

Baca juga: Sigit Awetkan Kusumo, Legenda Lovebird yang Sempat Ditawar Rp 2,2 Miliar tapi Mati 

Diakui Taufik, burung lovebird tersebut ia jual dipasar seharga Rp 200, setelah mencurinya dari kediaman korban bersama Yogi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Uangnya untuk main game online, saya belum bekerja jadi terpaksa mencuri," kata Taufik saat berada di Polresta Palembang, Sabtu (5/1/2019).

Diungkapkannya, aksi pencurian itu baru kali pertamanya dilakukan, setelah melihat lovebird tersebut dijemur dipinggir pagar rumah korban.

"Kami lagi lewat bermotor, suasana waktu itu sepi. Saya turun langsung mencurinya," ujar tersangka ini.

Baca juga: Kusumo, Legenda Lovebird yang Sempat Ditawar Rp 2,2 Miliar Mati 

Wakasat Reskrim Polresta Palembang AKP Ginanjar Aliya Sukmana menjelaskan, identitas pelaku terungkap setelah pihaknya mendapatkan rekaman CCTV dari rumah korban. Dari rekaman tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya Taufik ditangkap.

"Satu masih buron atas nama Yogi. Taufik ini sudah kita cari namun bersembunyi, saat dia pulang ke rumah langsung kita tangkap," kata Ginanjar.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman kurungan penjara selama lima tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.