Huntara Belum Jadi, 1071 KK di Pandeglang Tinggal di Pengungsian

Kompas.com - 04/01/2019, 23:54 WIB
Bupati Pandeglang Irna Narulita di Posko Terpadu tsunami Selat Sunda Labuan, Rabu (2/1/2019) KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINBupati Pandeglang Irna Narulita di Posko Terpadu tsunami Selat Sunda Labuan, Rabu (2/1/2019)

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Masa tanggap darurat tsunami Selat Sunda yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan berakhir pada Sabtu (5/1/2019).

Namun demikian, masih terdapat 1071 KK yang akan tetap bertahan di pengungsian.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan,  mereka tidak pulang ke rumah lantaran kondisi bangunan rumahnya rusak sedang hingga berat.

Untuk sementara, mereka akan tinggal di hunian sementara ( huntara), yang kini akan dibangun di sejumlah titik di Pandeglang.

"Setelah masa tanggap darurat berakhir kami berlakukan transisi menuju pemulihan selama tiga bulan, saat tersebut kami bangun huntara, semoga dalam dua bulan sudah selesai," kata Irna di Posko Terpadu tsunami Selat Sunda di Labuan, Jumat (4/1/2019).

Baca juga: Zona Waspada Tsunami Turun Jadi 200 Meter, Pengungsi di Pandeglang Berkurang Drastis

Sambil menunggu huntara dibangun, kata Irna, para pengungsi akan dipindahkan dari lokasi pengungsian saat ini. Di antaranya, ke rumah warga yang disewa hingga majelis taklim.

"Karena tidak mungkin terus di pengungsian sekarang, apalagi sekolah, nanti tanggal 7 sudah mulai masuk, kami sewakan rumah-rumah warga, tapi jika mereka mau ke rumah saudara atau kerabat lainnya, silakan," ujar dia.

Untuk huntara, Irna mengatakan akan dibangun di 9 kecamatan di Kabupaten Pandeglang dengan prioritas di 4 kecamatan yakni Sumur, Panimbang, Labuan dan Carita.

Lokasinya dibangun di lahan milik pemerintah dan juga milik perorangan yang disewa oleh Pemkab untuk jangka waktu satu hingga dua tahun.

" Huntara kami lengkapi dengan fasos fasum hingga pasar jika di atas 200 kk, setelah selesai baru kami bangun untuk huntap (hunian tetap)," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

2 Anggota DPRD Kota Bima Dirawat di RS Setelah Positif Covid-19

Regional
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpontensi Tsunami

Regional
Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Ketinggian Banjir di Aceh Utara Mencapai 2 Meter, 5 Desa Terisolir, Warga Mengungsi

Regional
Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Fakta Istri Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Berawal dari Pulang Mabuk

Regional
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jabar Membaik di Triwulan Keempat

Regional
Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Regional
Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Regional
Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Regional
5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Regional
Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Regional
Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Regional
Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X