Oded Optimistis Ormas Garbi Tak akan Gerogoti PKS di Jawa Barat

Kompas.com - 04/01/2019, 19:49 WIB
Oded M Danial usai rapat Pleno PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Sabtu (6/1/2018). TRIBUNJABAR.CO.ID/ISAL MAWARDIOded M Danial usai rapat Pleno PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Sabtu (6/1/2018).


BANDUNG, KOMPAS.com- Belakangan ini, Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) tengah dikait-kaitkan dengan kehadiran ormas Gerakan Arah Baru Indonesia ( Garbi). Sebab, ormas ini dibuat oleh mantan Presiden PKS Anis Matta.

Bahkan, gerakan ormas yang dimulai di Sulawesi Selatan ini mulai melebarkan sayap ke seluruh pelosok negeri, tanpa terkecuali di Jawa Barat.

Beberapa tokoh eks Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun mulai bergeliat menghimpun diri di Garbi termasuk Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Baca juga: PKS Jabar Persilakan Kadernya Gabung ke Ormas Garbi Bentukan Anis Matta

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Jawa Barat yang juga Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, PKS Jawa Barat tidak sedikit pun merasa terusik dengan kehadiran Garbi.

Dia pun mempersilakan kader PKS apabila ingin melepaskan keanggotaannya untuk bergabung bersama Garbi di Jawa Barat.

"Ya, itu pilihan. Ketika mereka pilih yang itu (Garbi) silakan saja," kata Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jumat (4/1/2019).

Lebih lanjut, Oded mengatakan, dia juga tidak khawatir jika nantinya Garbi akan menggerogoti struktural PKS Jawa Barat.

Selain itu, dia juga tidak khawatir jika nantinya kekuatan partai yang mengantarkannya sebagai Wali Kota Bandung periode 2018-2023 ini bakal berkurang setelah Garbi tumbuh.

"Enggak lah, yang namanya hidup ada pilihan," tuturnya.

Meski demikian, Oded tetap mengingatkan agar kemunculan Garbi jangan sampai menimbulkan percikan atau bahkan secara nyata memicu perselisihan di internal PKS atau bahkan dengan organisasi lainnya.

"Ketika mereka memilih itu silakan saja. Tapi saya berharap kita hadirkan aspek-aspek kebaikan," tandasnya.

Kompas TV Berita bohong soal 7 kontainer surat suara menjadi hoaks yang kesekian kalinya beredar di media sosial dalam masa kampanye pilpres 2019, hoaks ini pun mendapat tanggapan dari kedua belah tim pemenangan Capres-Cawapres. Lantas masih kah masa kampanye Pilpres ini disebut kampanye damai? KompasTV akan membahasnya bersama anggota badan pemenangan nasional Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahaean, juru bicara tim kampanye nasional Jokowi-Maruf Ruhut Sitompul dan juga Bandung pakar komunikasi politik UPI Karim Suryad.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Pelajar Bunuh Begal Divonis Pembinaan Setahun, Ayah: Saya Terima dengan Lapang Dada..

Regional
Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Regional
Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Regional
3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

Regional
Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Regional
Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Regional
Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X