Calon TKI Otak Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak Pernah Jadi Anggota Bhayangkari

Kompas.com - 04/01/2019, 17:36 WIB
Tiga pelaku pembunuhan Ponia (39) dan Selfia (13) ketika berada di Polres Pagaralam, Sumatera Selatan. Ketiga pelaku tega menghabisi nyawa ibu dan anak itu dilatar belakangi utang piutang, Kamis (3/1/2019).ISTIMEWA Tiga pelaku pembunuhan Ponia (39) dan Selfia (13) ketika berada di Polres Pagaralam, Sumatera Selatan. Ketiga pelaku tega menghabisi nyawa ibu dan anak itu dilatar belakangi utang piutang, Kamis (3/1/2019).

PAGARALAM, KOMPAS.com - Tiga pelaku pembunuhan Ponia (39) dan Selfia (13) yang merupakan ibu dan anak saat ini masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Pagaralam.

Para tersangka tersebut yakni Tika Herli (31), warga Perumnas Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, Riko Apriadi (20) warga Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang dan M Jefri Ilto Saputra (17), warga Palembang.

Dari hasil pemeriksaan, Tika adalah otak di balik peristiwa berdarah yang merenggut nyawa Ponia serta anaknya tersebut. Latar belakangnya, utang sebesar Rp 45 juta.

Tika diketahui pernah menyandang status sebagai anggota Bhayangkari, setelah menikah dengan seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Pagaralam. Namun, tersangka akhirnya menjanda setelah bercerai dengan suaminya tersebut.

Baca juga: Empat Cerita di Balik Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak oleh 3 Calon TKI

Kaur Humas Polres Pagaralam Bripka Paino membenarkan hal tersebut. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti kapan perceraian Tika dan suaminya tersebut.

"Kalau perceraiannya kapan kurang tahu. Memang mantan suaminya dulu adalah polisi di sini,"kata Paino, Jumat (4/1/2019).

Paino menerangkan, dua tersangka lain yakni Riko dan Jefri mengikuti perintah dari pelaku setelah dijanjikan uang Rp 5 juta. Setelah kejadian berlangsung, Riko mendapatkan uang tersebut. Sementara, Jefri hanya dijanjikan dibawa kerja sebagai TKI ke Taiwan.

Namun, ketiganya gagal berangkat, setelah lebih dulu ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Pagaralam saat berada di rumah penampungan di Jakarta.

"Jefri dijanjikan kerja dan Riko dikasih uang. Ketiganya memang calon TKI dan akan berangkat ke Taiwan," ujarnya.

Sebelumnya,jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pagaralam, Sumatera Selatan menangkap 3 pelaku pembunuhan terhadap Ponia (39) dan Selfia (13) yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, pada Rabu (2/1/2019) kemarin.

Ponia dan Selfia, sebelumnya ditemukan di aliran Sungai Lematang, Desa Lekung Daun, Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, pada Selasa (25/12/2018) lalu. Dari hasil penyelidikan, keduanya diduga menjadi korban pembunuhan.

Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji mengatakan, dari hasil pemeriksaan, kasus pembunuhan itu didalangi oleh Tika lantaran mempunyai utang kepada korban Ponia sebesar Rp 45 juta.

Merasa sakit hati sering ditagih, Tika selanjutnya merencanakan pembunuhan terhadap kedua korban.

"Pelaku Tika menghubungi dua rekannya untuk membunuh kedua korban. Dua pelaku diupah oleh Tika Rp 5 juta," kata Tri saat gelar perkara, Kamis (3/1/2019).

Kompas TV Aksi pembunuhan terjadi di Dusun Tiga Samari, Desa Tagaule, Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Selasa (1/1). Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, menangkap tiga tersangka pembunuhan. Dari rekaman video amatir ini, usai melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka, polisi langsung membawa tersangka ke tempat kejadian untuk mencari barang bukti. Dari hasil pemeriksaan polisi, ketiga tersangka yang merupakan ayah dan dua anak kandungnya yang masih di bawah umur. Mereka nekat membunuh korban seorang Kepala Desa Bawalato bernama Benasokhi Zai yang masih adik ipar dari pelaku tersinggung dengan perkataan korban. Korban tewas dengan luka sabetan parang di tubuhnya.


Terkini Lainnya

Johannes Kotjo: Kalau Bang Idrus Mohon Maaf, Ngerti Juga Enggak

Johannes Kotjo: Kalau Bang Idrus Mohon Maaf, Ngerti Juga Enggak

Nasional
Prabowo Sebut Kasus Ahmad Dhani Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan

Prabowo Sebut Kasus Ahmad Dhani Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan

Nasional
Masukan Warga: Belum Ada Trotoar, Tempat Duduk Kurang, hingga Tukang Ojek Mangkal di Stasiun Cisauk

Masukan Warga: Belum Ada Trotoar, Tempat Duduk Kurang, hingga Tukang Ojek Mangkal di Stasiun Cisauk

Megapolitan
Melasti, Umat Hindu Diajak Menjaga Kedamaian Memasuki Tahun Politik

Melasti, Umat Hindu Diajak Menjaga Kedamaian Memasuki Tahun Politik

Regional
Wapres Kalla Sebut Penguasaan Lahan oleh Prabowo Tak Menyalahi Aturan

Wapres Kalla Sebut Penguasaan Lahan oleh Prabowo Tak Menyalahi Aturan

Nasional
Anies Harap Kawasan Pecinan Glodok Jadi Destinasi Wisatawan

Anies Harap Kawasan Pecinan Glodok Jadi Destinasi Wisatawan

Megapolitan
Gulungan Kabel PLN Terbakar di Bintaro

Gulungan Kabel PLN Terbakar di Bintaro

Megapolitan
Praktik Baik Berbagi Ilmu lewat Program 'Sekolah Asuh' Binus Serpong

Praktik Baik Berbagi Ilmu lewat Program "Sekolah Asuh" Binus Serpong

Edukasi
Abaikan AS, Erdogan Bakal Tetap Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan AS, Erdogan Bakal Tetap Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
Pura-pura Hamil Ternyata Perempuan Ini Menyelundupkan Kucing

Pura-pura Hamil Ternyata Perempuan Ini Menyelundupkan Kucing

Internasional
KPK Harap MA Segera Putuskan PK yang Diajukan Irman Gusman

KPK Harap MA Segera Putuskan PK yang Diajukan Irman Gusman

Nasional
Ibu Ini Titip Sari Kedelai dan Lontong Balap untuk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng

Ibu Ini Titip Sari Kedelai dan Lontong Balap untuk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng

Regional
Saat Ibu Negara Berakting Sebagai Pengedar Narkoba di Hadapan Ratusan Siswa

Saat Ibu Negara Berakting Sebagai Pengedar Narkoba di Hadapan Ratusan Siswa

Regional
RA Terima Surat Keputusan DJSN Terkait Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dewas BPJS-TK

RA Terima Surat Keputusan DJSN Terkait Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dewas BPJS-TK

Nasional
Pemprov DKI: Sepeda Listrik Migo Tak Kantongi Izin Usaha dan Sertifikasi Kemenhub

Pemprov DKI: Sepeda Listrik Migo Tak Kantongi Izin Usaha dan Sertifikasi Kemenhub

Megapolitan

Close Ads X