Komisi I DPRD Khawatir Lelang Jabatan di Pemprov Jabar Sarat Titipan

Kompas.com - 04/01/2019, 14:49 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (4/1/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (4/1/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat mengkritik rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menggelar lelang terbuka untuk 15 posisi di tingkat kepala dinas dan kepala biro.

Anggota Komisi I DPRD Jabar Didin Supriadin menuturkan, proses lelang terbuka itu dikhawatirkan jadi alat untuk mengakomodasi mantan bawahan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.

"Saya dengar Ridwan Kamil bawa orang dari Bandung, Uu bawa orang dari Pemkab Tasikmalaya. Jadi lelang jabatan cuma alat menempatkan orang-orang mereka," kata Didin di gedung DPRD Jabar, Jumat (4/1/2019).

Didin menilai, idealnya Ridwan dapat memaksimalkan sumber daya pegawai di Pemprov Jabar. Kendati hal tersebut menjadi hak preogratif gubernur.


"Kasihan pejabat Pemprov eselon 2, 3 dan 4 mereka ASN profesional, siapa pun pemimpinnya pasti jadi loyalis. Banyak yang mumpuni sesuai kapasitas, asal penempatannya pas. Kalau loyalitas jangan diragukan," tuturnya.

Baca juga: DPRD Jabar Minta Ridwan Kamil Transparan soal Lelang Jabatan

Respons Ridwan Kamil

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil membantah ada muatan titipan dalam proses lelang terbuka. Meski begitu, ia tak menampik punya diskresi dalam menentukan pejabat terpilih.

"Kalau ada titipan mah kalau tidak dilelang. Kalau lelang terbuka mah independen. Panelisnya independen, nanti biasanya tiga besar. Kalau sudah tiga besar harus ada chemistry, nah itu diskresi," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Emil itu pun menilai, domisili pejabat terpilih cenderung mengada-ngada. Menurut dia, hal itu tak perlu dipersoalkan selama memenuhi kriteria dan kompeten.

"Gak ada masalah. Jadi jangan nyebut kota asal kami, kami nanti bisa menyebut Bekasi ada, Sumedang ada, Garut ada, jangan dihubung-hubungkan. Bahwa ada dari Bandung ya haknya saja. Kalau orangnya bagus kenapa tidak. Politik mah tafsir," katanya.

Lelang terbuka, kata Emil, merupakan mekanisme paling transparan dan adil dalam proses membentuk formasi ASN yang mampu menjadi motor penggerak birokrasi di Jabar. Lelang terbuka juga jadi jembatan dalam menyeleksi pegawai ideal.

"Saya punya pilihan tidak seterbuka itu, maka saya bikin terbuka se-Indonesia. Dia bisa bersaing enggak dengan visi misi gubernur?" katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil Gelar Lelang Jabatan untuk 15 Posisi di Pemprov Jabar

"Memaksakan diri harus dari pemprov sendiri, terus yang dikorbankan kemajuan pembangunan, perubahan yang kudu ngabret, hanya demi alasan yang juga tidak sesuai hukum. Aturan hukumnya dia terbuka. Jadi justru pertanyakan balik kepada yang bertanya, kenapa seperti keberatan, jangan-jangan ada kepentingan," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Regional
Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X