Jokowi: Surat Suara Belum Dicetak, Sudah Muncul Fitnah

Kompas.com - 03/01/2019, 21:47 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyapa warga dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (3/1/2019). KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIMPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyapa warga dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (3/1/2019).

KEDIRI, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo ( Jokowi) angkat suara perihal polemik tujuh kontainer surat suara yang sudah dalam keadaan tercoblos.

Jokowi mengatakan, hal tersebut hanyalah informasi palsu belaka karena tidak sesuai dengan realitas yang ada. Dia menyebut isu itu merupakan fitnah karena hingga saat ini kartu suara sama sekali belum dicetak.

Jokowi pun mengajak segenap pihak menghentikan praktik fitnah.

"Yaitulah, ini kan hoaks. Kartu (surat suara) itu, kan, belum dicetak, sudah muncul fitnah (tercoblos) seperti itu. Marilah kita hindari fitnah-fitnah seperti itu," ujar Jokowi saat kunjungan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (3/1/2018).


Jokowi mengatakan, masa pemilu sudah di depan mata. Semua pihak sudah saatnya selalu menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan politik secara sejuk.

Baca juga: Kronologi Terungkapnya Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Berpolitik secara sejuk itu, menurut Jokowi, bertujuan untuk menghindari munculnya pandangan-pandangan negatif di kalangan masyarakat.

"Sehingga tidak menjadi pikiran-pikiran jelek dari masyarakat," lanjut Jokowi.

Informasi yang tidak benar seperti tujuh kontainer surat suara tercoblos, menurut Jokowi, bisa menimbulkan pikiran negatif di kalangan masyarakat.

Oleh sebab itu, mantan Wali Kota Solo ini kembali menegaskan kepada para pihak agar menghindari hoaks dan fitnah. Sebab, kata dia, hoaks maupun fitnah itu bisa berimplikasi hukum.

"Hindari yang berkaitan dengan hoaks, fitnah. Bisa menjadi masalah hukum kalau hal seperti itu dilakukan," pungkasnya.

Sebelumnya, ada kabar tujuh kontainer surat suara yang sudah dalam kondisi tercoblos. Kabar yang kemudian teridentifikasi hoaks itu menyebar melalui sejumlah platform seperti YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, hingga WhatsApp.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu sudah mengecek informasi itu dengan mendatangi kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Sebab, menurut informasi yang beredar, jutaan surat suara tersebut berada di Tanjung Priok.

Baca juga: Relawan Jokowi Laporkan Andi Arief Terkait Penyebaran Hoaks Surat Suara

Setelah melakukan pengecekan, KPU memastikan informasi tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos itu hoaks belaka.

Pihak KPU juga menindaklanjutinya dengan membuat pelaporan kepada kepolisian untuk mengungkap penyebar informasi palsu itu.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X