Krakatau Meletus 60 Kali Sehari, Peluang Picu Tsunami Kecil

Kompas.com - 03/01/2019, 17:52 WIB
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). KOMPAS/RIZA FATHONIAktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018).

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih terus mengeluarkan letusan.

Dari pos pemantauan di Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Krakatau tercatat meletus 60 kali pada Rabu (2/1/2019).

Namun, letusan tersebut sangat kecil peluangnya memicu tsunami seperti yang terjadi pada 22 Januari 2018 lalu.

Hal tersebut disampaikan Petugas Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono.

"Kalau letusan saat ini sangat kecil sekali peluangnya terjadi tsunami, karena sekarang gunungnya sudah jauh lebih rendah tinggal 110 meter lagi," kata Deny saat ditemui di Posko Terpadu tsunami Selat Sunda, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: BMKG: Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Pulau Jawa

Dia mengatakan, saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif sejak adanya peningkatan pada Juni 2018 lalu.

Gunung Anak Krakatau sempat menunjukkan tren penurunan aktivitas setelah terpantau ada rayapan pada badan hingga ukurannya menyusut dari 338 meter di atas permukaan laut (Mdpl) menjadi 110 Mdpl.

Sementara pada dua hari berturut-turut kemarin, Gunung Anak Krakatau tercatat meletus sebanyak 33 kali dan 60 kali letusan. Hingga saat ini status Gunung Anak Krakatau masih belum ada perubahan, tetap Level III Siaga.

Baca juga: BMKG Temukan Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Waspada Tsunami Susulan

Deny mengimbau masyarakat untuk mematuhi jarak bahaya yang ditetapkan, yakni lima kilometer dari gunung, karena memungkinkan untuk terkena lontaran material yang dikeluarkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X