Hibah "Flyover" dari Korea Bertabrakan dengan Proyek Tol Dalam Kota Bandung

Kompas.com - 03/01/2019, 16:15 WIB
Ilustrasi tolKementerian PUPR Ilustrasi tol

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung tengah mengalami kebimbangan. Pasalnya, rencana proyek pembangunan jalan tol dalam kota North South Link (NS Link) bertabrakan dengan proyek pembangunan sejumlah jembatan layang ( flyover) di Kota Bandung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Arif Prasetya mengatakan, dari 6 proyek flyover yang dihibahkan ke Kota Bandung, dua di antaranya dari Pemerintah Korea bersinggungan dengan proyek tol dalam kota NS Link.

Proyek tol dalam kota sendiri rencananya menggunakan sistem elevated road (jalan layang) menyusuri jalan. Yakni mulai dari Tol Pasir Koja ke Jalan Lingkar Selatan (Pelajar Pejuang) dan menyusuri jalanan tersebut hingga di Jalan Laswi. Kemudian berbelok menuju Jalan Sukabumi hingga masuk ke Jalan Supratman dan berakhir di sekitar Pusdai.

“Memang ada yang bersinggungan. Tadinya kita akan membuat flyover di dua lokasi, yakni Laswi-Gatot Subroto dan Jalan Jakarta-Ahmad Yani. Kita sudah punya detail enginering desain (DED) dan tidak bisa kita pindahkan seenaknya,” kata Arief di Bandung, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Dapat Hibah 2 Flyover dari Korea, Pemkot Bandung Kaji Ulang Lokasi

Meski dua flyover hibah Pemerintah Korea tersebut sudah memiliki DED, Arief mengatakan, hibah tersebut masih mungkin diubah. Hanya saja, prosesnya akan memakan waktu sangat lama yang menyebabkan eksekusi pembangunan menjadi lama.

Arif menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung memberikan solusi agar kedua proyek tersebut tidak bertabrakan. Yakni meminta PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) sebagai pelaksana proyek NS Link untuk mengganti flyover menjadi underpass di titik pembangunan awal Laswi-Gatot Subroto dan Jalan Jakarta-Ahmad Yani.

“Kami minta supaya bisa membantu pemerintah kota dengan underpass. Kalau kita membuat flyover nanti di atasnya lagi flyover, itu tidak visible untuk tingginya jalan tol tersebut. Makanya saya minta tolonglah bantu kami dengan underpass,” ucapnya.

Baca juga: Pemkot Bandung Rencanakan Bangun Tol Dalam Kota

Jika nantinya PT CMLJ bersedia membangun underpass di kedua titik tersebut dengan biaya sendiri, sambung Arif, dua flyover hibah dari Pemerintah Korea akan dipindahkan ke persimpangan jalan lainnya yang memang membutuhkan keberadaan flyover.

“Yang awalnya di Gatot Subroto kita pindahkan nanti rencananya ke jalan Pajajaran-Pasirkaliki. Satu lagi kita belum menemukan tempatnya. Kami juga agak sulit membuat underpass kemudian mengubah DED, lalu mencari dana kembali. Karena yang ada itu dana flyover dari orang. Pasti orang mengerti, flyover lebih murah daripada underpass sehingga berani memberikan hibah flyover,” jelasnya.



Close Ads X