BKSDA Maluku Selamatkan 1.177 Ekor Satwa Dilindungi Sepanjang 2018

Kompas.com - 03/01/2019, 15:29 WIB
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku saat melepas satwa hasil sitaan ke penangkaran burung di kawasan Passo Ambon dan di Halmahera Barat, pada tahun 2018 lalu Kontributor Ambon, Rahmat Rahman PattyPetugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku saat melepas satwa hasil sitaan ke penangkaran burung di kawasan Passo Ambon dan di Halmahera Barat, pada tahun 2018 lalu

AMBON,KOMPAS.com-Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Maluku sepanjang tahun 2018 berhasil menyelamatkan sebanyak 1.177 satwa yang dilindungi dari upaya penyelundupan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kepala BKSDA Maluku Mukhtar Amin Ahmadi kepada Kompas.com mengatakan, sepanjang tahun 2018, BKSDA Maluku telah melakukan 93 kali kegiatan penyelamatan terhadap tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

“Total tumbuhan dan satwa yang dilindungi yang berhasil diselamatkan itu berjumlah sekitar 1.189 yang terdiri dari 1.177 ekor satwa jenis burung, 7 tanduk rusa, 5 butir telur burung gosong. Ada juga beberapa jenis tumbuhan yang diselamatkan yakni 4 rumpun akar bahar, dan 2 rumpun anggrek,” ungkap Mukhtar, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Penyu Hijau Sitaan BKSDA Dilepas di Pantai Kwandang

Mukhtar menjelaskan, beberapa jenis tumbuhan dan satwa yang berhasil diselamatkan itu berasal dari hasil pengamanan pada saat kegiatan patroli atau penjagaan, penyerahan sukarela dari masyarakat di wilayah Maluku dan Maluku Utara, dan temuan petugas pada saat kegiatan penjagaan di pos pelabuhan dan bandara.

“Jumlah kasus yang ditangani oleh BKSDA Maluku sepanjang 2018 sebanyak 80 kasus yang terdiri dari 39 kasus penangkapan, 21 kasus temuan, dan 20 kali menerima penyerahan tumbuhan dan satwa dengan jumlah satwa,” terangnya.

Dia menambahkan, penanganan kasus tersebut diselesaikan dengan kegiatan pembinaan sebanyak 30 kasus, penyelidikan untuk kasus-kasus yang ditemukan di lapangan sebanyak 21 kasus dan diproses hukum dengan jumlah 9 kasus.

“Dari 9 kasus peredaran tumbuhan dan satwa illegal tersebut sebanyak 8 kasus adalah kasus pengangkutan dan penjualan jenis-jenis burung paruh bengkok (nuri dan kakatua), sedangkan sisanya adalah kasus pengangkutan TSL illegal jenis kepiting kenari (Birgus latro),”ungkapnya.

Dia mengatakan, BKSDA Maluku sepanjang 2018, ikut menerima sebanyak 20 kali penyerahan tumbuhan dan satwa secara sukarela baik dari masyarakat maupun dari aparat penegak hukum dengan jumlah satwa yang diserahkan sebanyak 102 ekor.

“Dan telah tiga kali kami melakukan kegiatan pemusnahan yang terdiri dari 1 ekor penyu belimbing (Dermochelys coriacea), 1 ekor ular sanca batik (Python reticulatus) dan 20 lembar kulit buaya muara (Crocodylus porosus),”jelasnya.

Adapun kegiatan pelepasliaran, kata Mukhtar, sudah dilakukan oleh BKSDA Maluku sebanyak 11 kali dengan total satwa yang berhasil dilepasliarkan sebanyak 389 ekor.

Menurutnya, jumlah satwa yang berada di kandang transit Passo sebanyak 68 ekor sedangkan jumlah satwa yang berada di kandang rehabilitasi SKW I Ternate dan kandang Resort Bacan sebanyak 100 ekor.

Sedangkan sisanya dirawat di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Masihulan. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semua Pasien Covid-19 Sembuh, Garut Menuju Zona Kuning

Semua Pasien Covid-19 Sembuh, Garut Menuju Zona Kuning

Regional
Pria Bakar 3 Mobil Tetangga di Tempat Parkir, Mengaku Sakit Hati ke Para Pemiliknya

Pria Bakar 3 Mobil Tetangga di Tempat Parkir, Mengaku Sakit Hati ke Para Pemiliknya

Regional
4 Daerah di Sumbar Buka Sekolah Kembali Per 13 Juli

4 Daerah di Sumbar Buka Sekolah Kembali Per 13 Juli

Regional
Warga Tepi Sungai di Samarinda Demo Minta Penggusuran Ditunda, Pemkot: Tak Ada Kompromi

Warga Tepi Sungai di Samarinda Demo Minta Penggusuran Ditunda, Pemkot: Tak Ada Kompromi

Regional
Calon Suami Ingkar Janji, Kekasih Pilih Lapor Polisi

Calon Suami Ingkar Janji, Kekasih Pilih Lapor Polisi

Regional
DPRD Rencanakan Pansus untuk Kasus Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan

DPRD Rencanakan Pansus untuk Kasus Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan

Regional
Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Regional
Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Regional
Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Regional
Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Regional
Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Regional
Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Regional
Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X