Kompas.com - 03/01/2019, 06:35 WIB
Papan informasi penghentian sementara layanan BPJS Kesehatan terpasang di ruang lobi RSUI Kustati Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (2/1/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPapan informasi penghentian sementara layanan BPJS Kesehatan terpasang di ruang lobi RSUI Kustati Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (2/1/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati Surakarta, Jawa Tengah sementara tidak melayani pasien peserta BPJS Kesehatan per 2 Januari 2019. Pasalnya, RSUI Kustati tidak lagi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia RSUI Kustati, Pujianto menyampaikan, penghentian kerja sama itu berdasarkan surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tertanggal 30 Desember 2018 perihal Perpanjangan Kerja Sama Rumah Sakit dengan BPJS Kesehatan.

"Untuk sementara waktu RSUI Kustati belum bisa memberikan pelayanan kepada seluruh pasien BPJS Kesehatan," katanya kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/1/2019).

Penghentian layanan pasien BPJS Kesehatan, katanya tergolong mendadak. Pihaknya baru menerima surat penghentian kerja sama dari Kemenkes yang dikirim melalui pesan email pada Selasa (1/2/2019) sore.

Baca juga: BPJS Kesehatan Telat Bayar RSUD Magetan Rp 20 Miliar, Bupati Gelar Raker

Bagi pasien rawat inap yang masuk per 1 Januari 2019 akan dirujuk ke rumah sakit yang melayani BPJS Kesehatan di wilayah Solo.

Menurut Pujianto, perjanjian kerja sama RSUI Kustati dengan BPJS Kesehatan dilakukan setiap tahun sekali. Perjanjian kerja sama tahun 2018 dimulai pada 1 Januari dan habis masanya pada 31 Desember 2018.

Pihaknya mengaku telah mengajukan perpanjangan dan MoU layanan kesehatan dengan BPJS Kesehatan tahun 2019. Bahkan, survei terhadap rumah sakit juga telah dilakukan pihak BPJS Kesehatan.

"Karena ada sesuatu hal yang belum bisa memenuhi persyaratan kerja sama itu, maka untuk sementara waktu kita hentikan dahulu pelayanan pasien BPJS Kesehatan," jelas dia.

Baca juga: RS Harapan Bunda Sebut Utang Belum Dibayar Rp 10,7 Miliar, Ini Kata BPJS Kesehatan

Pujianto mengungkap, belum adanya akreditasi rumah sakit yang terbaru menjadi alasan BPJS Kesehatan menghentikan sementara kerja sama itu. Setelah akreditasi rumah sakit yang terbaru keluar, pihaknya akan melanjutkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

"Setiap lima tahun sekali harus melakukan akreditasi. Di RSUI Kustati ada 12 pokja pelayanan yang akreditasi. Tetapi yang terbaru ada 16 pokja pelayanan. Dan secepatnya kita akan ajukan akreditasi," jelas dia.

Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan cabang Surakarta Agus Purwono mengatakan, penghentian kerja sama layanan BPJS Kesehatan terhadap RSUI Kustati karena belum akreditasi dan belum direkomendasi Kemenkes.

Pasalnya, salah satu persyaratan utama rumah sakit untuk kerja sama dengan BPJS Kesehatan adalah akreditasi.

"Sebelumnya (RSUI Kustati) pernah kerja sama. Karena ini belum akreditasi, sementara kerja samanya dihentikan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.