1.425 Hunian Sementara Korban Tsunami Selat Sunda Dibangun di Pandeglang

Kompas.com - 02/01/2019, 21:07 WIB
Pemandangan kawasan Kecamatan Sumur yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 222 orang.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. 
MUHAMMAD ADIMAJAPemandangan kawasan Kecamatan Sumur yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 222 orang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Hunian sementara (Huntara) bagi korban tsunami Selat Sunda mulai dibangun di Kabupaten Pandeglang. Lokasinya tersebar di sembilan kecamatan, meliputi 1.425 huntara.

"Huntara yang sudah mulai dibangun di Kecamatan Sumur, sementara prioritas di empat kecamatan terlebih dahulu yakni Sumur, Panimbang, Labuan, dan Carita," kata Bupati Pandeglang Irna Narulita, di Posko Terpadu tsunami Selat Sunda, di Labuan, Rabu (2/1/2019).

Empat kecamatan tersebut, kata Irna, adalah wilayah yang paling banyak terdampak tsunami Selat Sunda, di mana rumah warga yang masuk kategori rusak berat juga terbanyak.

Baca juga: Akses ke Kecamatan Sumur Pandeglang Masih Sulit Ditembus, BNPB Kirim Bantuan Lewat Udara

Khusus untuk Kecamatan Sumur, pembangunan sudah berjalan lantaran dibantu oleh Kementerian BUMN. Pembangunan, kata Irna, sudah berjalan dua hari dengan target penyelesaian selama tujuh hari.

Sementara di kecamatan lain, Irna menyebut, pembangunan Huntara akan digarap kroyokan oleh sejumlah pihak antara lain Kementrian BUMN, BNPB, dan juga Kementerian PU.

"Totalnya 1.425, jangka pendek dan menengah dulu, karena tidak mungkin warga akan tinggal di pengungsian, nanti kita bangun ekonominya, fasos, fasum, setelah itu baru dibangun hunian tetap," ujar dia.

Untuk hunian tetap, terus dilakukan koordinasi untuk pematangan rencana. Irna mengatakan, pembangunan akan dilakukan oleh tiga pihak yakni Pemprov Banten, Pemkab Pandeglang, dan Kementerian PU.

Baca juga: Lebih dari 10 Ribu Pengungsi di Pandeglang Segera Dipulangkan

"Pemprov Banten sudah menyanggupi untuk membangun rumah khusus atau rusus di Kecamatan Panimbang sebanyak 44. Usulan kami akan dibangun sekitar 960-an rusus seperti di Panimbang," kata dia.

Sementara, Pemkab Pandeglang kebagian menggarap 60 rumah di tiga kecamatan yakni Pagelaran, Cigeulis, dan Cimanggu, dengan dana yang sudah dialokasikan sebanyak Rp 699 juta.

"Sisanya kita akan gerakan CSR perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar kecamatan terdampak," pungkas dia.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Regional
Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Regional
Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Regional
Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Regional
Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Regional
Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Regional
Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahi Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahi Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Regional
Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Regional
Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Regional
Dinilai Rugikan Pemprov Babel, Erzaldi Rosman Minta UU Minerba Dikaji Lagi

Dinilai Rugikan Pemprov Babel, Erzaldi Rosman Minta UU Minerba Dikaji Lagi

Regional
Kisah Dr Andani, Pahlawan Sumbar Melawan Covid-19: Jihad Melawan Wabah, Swab dan Tracing Cepat Jadi Kuncinya (2)

Kisah Dr Andani, Pahlawan Sumbar Melawan Covid-19: Jihad Melawan Wabah, Swab dan Tracing Cepat Jadi Kuncinya (2)

Regional
Penjelasan Khofifah Soal Kabar Rombongan Gubernur Jatim Kecelakaan di Tol

Penjelasan Khofifah Soal Kabar Rombongan Gubernur Jatim Kecelakaan di Tol

Regional
Polisi Meninggal, Diserang dengan Senjata Tajam Saat Kendarai Motor

Polisi Meninggal, Diserang dengan Senjata Tajam Saat Kendarai Motor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X