Pemkot Bandung Rencanakan Bangun Tol Dalam Kota

Kompas.com - 02/01/2019, 20:44 WIB
Oded M Danial usai rapat Pleno PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Sabtu (6/1/2018). TRIBUNJABAR.CO.ID/ISAL MAWARDIOded M Danial usai rapat Pleno PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Sabtu (6/1/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com- Pemerintah Kota Bandung berencana membangun tol dalam kota North-South Link (NS Link).

Proyek tersebut terungkap seusai pertemuan antara Pemerintah Kota Bandung dengan BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Barat PT. Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) pada Rabu (2/1/2019).

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, dalam pertemuan tersebut, rencana pembangunan NS-Link masih dalam proses pembahasan awal.

Menurut dia, Pemkot Bandung mengusulkan agar salah satu titik di ruas tol dalam kota tersebut dibuatkan underpass atau jalan bawah tanah, tepatnya di perempatan Jalan Jakarta dan Jalan WR Supratman.

“Ini program tol dalam kota kerja sama dengan Pemprov Jabar karena memang jalan milik provinsi. Adapun Kota Bandung mudah-mudahan bisa mendapatkan manfaatnya dengan kehadiran tol ini. (Di salah satu persimpangan) kami usulkan jadi underpass,” kata Oded seusai pertemuan Rabu sore.

Baca juga: Pemkot Bandung Resmi Kelola Pasar Baru Bandung, Pedagang Masih Khawatir

Proyek pembangunan tol dalam kota tersebut direncanakan bakal dibuat dengan sistem elevated road atau melayang menyusuri jalan mulai dari Tol Pasir Koja ke Jalan Lingkar Selatan (Pelajar Pejuang) dan menyusuri jalanan tersebut hingga di Jalan Laswi. Selanjutnya, berbelok menuju Jalan Sukabumi untuk selanjutnya masuk ke Jalan Supratman dan berakhir di sekitar Pusdai.

Oded mengakui, proses pembangunan tol dalam kota sepanjang 14,3 kilometer ini masih dalam tahap kajian.

Oleh karenanya, ia meminta PT. CMLJ bisa mengajinya secara holistik, mulai dari aspek ekonomi, transportasi, pembiayaan, hingga aspek sosial.

Bagi Oded, hal tersebut penting untuk memastikan proyek tersebut memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk warga.

Rencananya, pembangunan berlangsung selama dua tahun. Namun, Pemkot Bandung dan PT. CMLJ masih menunggu berbagai proses awal selesai, termasuk penetapan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di tingkat provinsi maupun kota.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X