Kompas.com - 02/01/2019, 18:19 WIB
Petugas TPU Giriloyo Magelang memperlihatkan nisan salam satu makam yang diduga dirusak oknum tak dikenal, Rabu (2/1/2019). KOMPAS.com/IKA FITRIANAPetugas TPU Giriloyo Magelang memperlihatkan nisan salam satu makam yang diduga dirusak oknum tak dikenal, Rabu (2/1/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Belasan nisan makam di tempat pemakaman umum (TPU) Giriloyo Kota Magelang, Jawa Tengah, diduga dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. Polisi tengah melakukan penyelidikan atas kasus ini.

"Kami mendapat laporan atas kerusakan nisan makam itu, Selasa (1/1/2019). Data sementara ada 11 nisan makam yang rusak," jelas Kepala Polsek Magelang Selatan, Kompol M Choirul Anwar, dikonfirmasi Rabu (2/1/2019).

Sebelas nisan tersebut, kata Anwar, tersebar di beberapa blok dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Baca juga: Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Seroja Atambua, Prabowo Teteskan Air Mata

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan motif pengrusakan itu. Sejumlah saksi sudah diminta keterangan, antara lain petugas UPT TPU Giriloyo dan warga setempat.

“Kalau pihak keluarga, sampai siang ini belum ada yang melapor,” katanya.

Anwar menilai sejauh ini perusakan ini termasuk aksi vandalisme. Ia pun meminta kepada publik untuk tidak membesar-besarkan, terlebih dikaitkan dengan isu SARA maupun politik yang memicu konflik horisontal.

"Kami dalami kasus vandalisme ini, kami minta jangan terlalu dibesar-besarkan. Jangan dikaitkan pula dengan isu-isu saat ini, seperti SARA atau pilpres atau apapun. Pasrahkan saja ke kami untuk melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Dari pantauan di lapangan, nisan yang rusak berupa salib berbahan kayu dan beton. Ada nisan yang tercabut makamnya dan ada pula yang hancur seperti sengaja dipukul memakai palu.

Islamiyah, penjaga makam TPU Giriloyo, mengatakan nisan yang rusak rata-rata parah. Ada yang sampai tercabut dari pusara, dan pecah, padahal terbuat dari beton. Ia mengetahui kerusakan ini pada pagi hari, Rabu (2/1/2019).

Ia menyebut, hampir seluruh nisan yang rusak berupa tanda salib. Ini merupakan kejadian pertama kali sepanjang ia menjadi petugas makam yang terletak dekat dengan komplek Akademi Militer (Akmil) ini.

“Saya tahunya pagi hari, ternyata yang rusak banyak. Belum pernah terjadi sebelumnya dan aneh yang rusak kenapa salib semua. Saat Natal banyak yang ziarah dan nisan masih utuh. Ngga tahu kenapa sekarang kondisinya seperti dirusak oleh orang,” jelasnya.

Petugas kebersihan di TPU Giriloyo lainnya, Mbah Mul menuturkan, kerusakan pada nisan ini diketahuinya pada malam hari beberapa hari yang lalu. Kerusakan tersebar di blok A2, B2, dan B1.

Nisan yang rusak memang bentuknya salib. Ada yang dicabut dan ada juga yang rusak seperti dipecah. Semoga pelakunya segera diketahui,” tuturnya. 

Kompas TV Setelah dari Taman Makam Pahlawan Seroja,calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengikuti perayaan Natal bersama warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kamis (27/12).<br /> <br /> Acara ini merupakan agenda Natal bersama secara nasional yang diselenggarakan oleh Partai Gerindra.<br /> <br /> Dalam sambutannya, Prabowo meminta warga di perbatasan selalu hidup rukun.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.