Begini Proses Donor Mata yang Tak Diketahui Banyak Orang

Kompas.com - 31/12/2018, 21:09 WIB
Usama Ahmad Rizal, Humas Kelompok Donor Mata Kabupaten Tasikmalaya menunjukan formulir pendaftaran donor mata, Senin (31/12/2018). KOMPAS.com/ ARI MAULANA KARANGUsama Ahmad Rizal, Humas Kelompok Donor Mata Kabupaten Tasikmalaya menunjukan formulir pendaftaran donor mata, Senin (31/12/2018).

TASIKMALAYA, KOMPAS.comDonor mata memang menjadi hal baru bagi masyarakat Indonesia. Sebab, sampai saat ini, belum banyak orang mau mendermakan matanya karena belum paham betul soal donor mata tersebut.

“Banyak orang menganggap donor mata itu semua bagian mata diambil, terus ada juga yang menganggap proses donornya dilakukan sebelum meninggal,” kata Usama Ahmad Rizal, juru bicara Kelompok Donor Mata Kabupaten Tasikmalaya saat ditemui di Masjid Baiturrohim di Desa Babakan Sindang, Kecamatan Singaparna, Senin (31/12/2018).

Menurut Usama, menderma mata dilakukan setelah pemiliknya dinyatakan meninggal dunia. Itu pun hanya bagian korneanya saja yang diambil, tidak semua bagian mata. Hal ini banyak yang tidak diketahui warga hingga mereka takut menjadi donor mata.

“Kalau persyaratan jadi donor, hampir sama seperti donor darah, hanya bedanya kalau donor mata dilakukan setelah pendonor meninggal dunia dan batas usianya minimal 17 tahun,” jelas Usama yang mengaku telah menandatangani surat pernyataan menjadi donor mata bersama kedua orangtuanya.

Baca juga: 2.000 Warga Tenjowaringin di Tasikmalaya Siap Menjadi Donor Mata

Proses donor mata sendiri, menurut Usama, dilakukan paling lambat 12 jam setelah pemiliknya dinyatakan meninggal secara medis. Proses eksisi (pengambilan kornea mata) akan dilakukan oleh tim dari Bank Mata Provinsi Jawa Barat yang akan datang ke rumah donor.

“Yang terakhir hari Jumat kemarin, saya menyaksikan langsung eksisi almarhum Pak Nandang Nasir, kebetulan ada orang yang telah dilatih di Desa Tenjowaringin untuk melakukan eksisi,” katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga akhir tahun 2018 ini saja, menurut Usama, antrean pasien yang memerlukan donor kornea mata di RS Mata Cicendo Bandung sudah mencapai 794 orang.

Makanya, begitu satu orang donor mata meninggal dunia, pasien yang masuk daftar tunggu punya harapan baru untuk bisa kembali melihat terangnya dunia.

“Kalau di pasaran gelap, harga kornea mata itu bisa sampai Rp 300 juta, belum biaya operasinya bisa sampai Rp 35 juta, para pendonor ini semua sukarela tidak dibayar, semua demi kemanusiaan,” katanya.

Baca juga: Donor Darah 100 Kali, Rido Yuwono Dapat Cincin Emas dan Umrah

Usama juga menyampaikan, donor mata secara aturan agama juga dibenarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Karena, ada fatwa MUI tertanggal 13 Juni 1979 dan ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI saat itu KH Syukri Ghozali. Karenanya, surat pernyataan donor mata juga harus dilengkapi dengan persetujuan dari para ahli warisnya.

“Kalau ahli warisnya tidak menyetujui, donor mata tidak bisa mendonorkan matanya. Semuanya harus setuju,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X