Pemkot Bandung Resmi Kelola Pasar Baru Bandung, Pedagang Masih Khawatir

Kompas.com - 31/12/2018, 18:02 WIB
Ilustrasi pasar tradisionalKOMPAS/LASTI KURNIA Ilustrasi pasar tradisional

BANDUNG, KOMPAS.com - Pengelolaan Pasar Baru Bandung resmi telah dikembalikan kepada Pemerintah Kota Bandung lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Pasar Bermartabat.

Sebelumnya, selama puluhan tahun pengelolaan Pasar Baru Bandung berada di bawah perusahaan swasta PT Atanaka Persada Permai (APP).

Himpunan Pedagang Pasar Baru ( HP2B) pun angkat bicara terkait perpindahan kepengelolaan tersebut. Mereka meminta kepada Pemerintah Kota Bandung untuk tidak mengizinkan organisasi lain berada di lingkungan pasar baru sebagai upaya untuk menjaga kondusivitas pasar yang selama ini berjalan dengan baik.

“Kalau ada organisasi baru lagi bisa mengganggu ketenangan para pedagang. Sebab, pengalamannya belum teruji dalam menjaga kondusivitas pasar. Ini bukan pasar kecil,” kata Yenda, kepala Divisi Litbang HP2B, Senin (31/12/2018).

Lebih lanjut Yenda menambahkan, organisasi HP2B adalah organisasi murni bentukan para pedagang Pasar Baru. Menurut dia, himpunan internal pedagang ini jelas lebih hafal seluk beluk di lingkungan Pasar Baru.

“Selama ini dalam kepengurusan di internal pasar, kami tidak melibatkan orang lain, karena dari mulai ketua hingga jajaran pengurusnya adalah perwakilan dari pedagang,” jelasnya.

Baca juga: Pedagang Sangsi Pengelolaan Pasar Baru oleh Pemkot Bandung Bakal Berjalan Baik

Sementara itu, dalam menyikapi aturan dari pihak pemerintah yang telah resmi menjadi pengelola penuh Pasar Baru, para pedagang masih memiliki kekhawatiran terkait kenyamanan dalam berdagang.

Untuk itu, HP2B menilai perlu ada beberapa hal penting yang harus dijalankan secara bersama antara pengelola dengan himpunan pasar untuk menjamin kenyamanan para pedagang.

Terlebih, masih banyak yang perlu dipelajari oleh pengurus baru (PD Pasar Bermartabat) pasca-penyerahterimaan pengelolaan Pasar Baru Bandung oleh PT Atanaka Persada Permai (APP) ke PD Pasar Bermartabat, 29 Desember 2018 kemarin.

Anggap wajar

Sementara itu, Wakil Ketua HP2B Kota Bandung Sudirman Lawe menambahkan, pada masa transisi pengelolaan dari APP ke PD Pasar, pihaknya akan mengikuti langkah positif yang dilakukan oleh pengelola.

Bahkan, pihaknya akan membantu menjalankan program dari pemerintah untuk kemajuan pasar terutama dalam meningkatkan roda perekonomian tanpa ada yang merasa dirugikan.

“Pada prinsipnya, kami akan mematuhi aturan yang berlaku. Saya harap, komunikasi dan kerja sama antara pedagang dengan pemerintah berjalan baik,” kata Sudirman.

Ditemui terpisah, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan kekhawatiran yang dirasakan oleh para pedagang merupakan hal yang wajar.

“Itu wajar. Tapi saya antisipasi, saya sudah katakan berulang-ulang Insya Allah saya akan turun tangan kepada teman-teman di PD Pasar. Kepada direksinya sudah saya undang, saya wanti-wanti agar mereka bisa membuktikan bahwa sesungguhnya pengelola mereka di masa transisi ini bisa lebih baik,” jelasnya.

Baca juga: Pemkot Bandung Ambil Alih Pengelolaan Pasar Baru

Meski demikian, Oded mengatakan hingga saat ini masih ada kemungkinan jika nantinya pengelolaan akan kembali dilelang ke pihak swasta lainnya.

“Adapun nanti apakah nanti mau dikelola PD Pasar mau selamanya atau nanti dilelang kembali kepada pengelola yang lain dari swasta, itu enggak ada masalah. Yang penting kita ingin benahi dulu sistemnya agar lebih optimal,” tandasnya.



Close Ads X